Hadir Di Acara FAO, Ini Yang Disampaikan Menteri Susi

Rabu, 13 Juli 2016 – 09:31 WIB
Ilustrasi. Foto dok Humas KKP

jpnn.com - JAKARTA - Komitmen pemerintah Indonesia dalam mengawal perikanan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan menjadi sorotan dunia. Indonesia dianggap bisa menjadi contoh bagi pelaksanaan komitmen dalam pemberantasan IUU Fishing, atas langkah konkritnya.

Dalam Sesi ke-32 FAO Comitee on Fisheries (COFI), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong masyarakat global untuk mengelola sumber daya perikanan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Hingga H+6, Kendaraan Yang Melintas Di Cipali Masih Tinggi

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang hadir dalam sidang itu menegaskan, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memberikan data perikanan, yang lebih baik kepada Food and Agriculture Organization (FAO) untuk penyusunan The State of World Fisheries and Aquaculture (SOFIA).

"Indonesia sangat mendorong negara-negara anggota FAO untuk meningkatkan kualitas data yang disampaikan ke FAO dengan lebih akurat, terbaru, dan bertanggung jawab.

BACA JUGA: Rapimnas di Depan Mata, SK Golkar Belum Terbit Juga

Penerapan kuesioner dari FAO, saya akui sudah lebih baik," ujar Susi saat menghadiri sesi ke-32 Comitee on Fisheries di Roma, Senin (11/7).

Tanpa data yang kredibel, lanjut Susi, tidak mungkin dunia mengambil langkah-langkah yang tepat dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan untuk Indonesia. Dalam kesempatan itu, Ia juga mengenalkan program One Data Initiative untuk meningkatakan proses pengumpulan data perikanan.

BACA JUGA: Komisi II: Ada Komisioner yang Layak Jadi Ketua KPU

“Saat ini, Indonesia sedang mencanangkan program Satu Data. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan proses pengumpulan data perikanan dengan tiga pendekatan, yaitu sumber daya manusia, proses, dan teknologi," ucap Susi.

Susi menambahkan, perikanan menjadi salah satu faktor pendorong yang paling penting bagi pertumbuhan ekonomi dunia, inklusivitas sosial, dan pelestarian lingkungan.

"Ini membuktikan bahwa Indonesia sangat serius menjadikan laut sebagai masa depan bangsa dengan mendasarkan tiga pilar, kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan," katanya. (chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Distribusi Vaksin Palsu Terlacak, Ternyata di 9 Daerah Ini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler