Hafisz Tohir: Kenaikan Harga BBM Subsidi Sengsarakan Rakyat

Kamis, 01 September 2022 – 15:15 WIB
Anggota Komisi XI DPR Achmad Hafisz Tohir kenaikan harga BBM subsidi bisa memukul para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Ilustrasi SPBU: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR Achmad Hafisz Tohir mengatakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang sudah digulirkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpotensi menyengsarakan rakyat.

Dia bahkan menyebut kenaikan itu bisa memukul para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

BACA JUGA: PKS Tolak Rencana Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Dia menyayangkan bila benar pemerintah jadi menaikkan BBM bersubsidi September tahun ini.

Padahal, rakyat kecil sedang merangkak memulihkan ekonominya yang selama dua tahun sebelumnya stagnan karena wabah virus corona.

BACA JUGA: BEM RI Minta Pemerintah Tegas Mengatur Subsidi BBM

“Seharusnya meringankan beban rakyat, caranya mengendalikan harga BBM untuk rakyat. Dengan kata lain, memberikan tambahan subsidi BBM untuk rakyat miskin sebesar Rp 11,2 trilun,” kata Hafisz.

Pemerintah, katanya, harus berani melakukan terobosan untuk menekan inflasi.

Setidaknya harga pangan bisa terkontrol dan tidak melambung tinggi.

BACA JUGA: Himahbudhi Minta Pemerintah Memastikan Bansos Pengalihan Subsidi BBM Tepat Sasaran

Dia mengatakan pemerintah mestinya fokus pada pembenahan sektor pangan.

Ini dipandang lebih konkret ketimbang menaikkan harga BBM.

“Fokus kepada ketahanan pangan karena dunia akan mengarah ke sana pasti,” keluhnya.

Politisi fraksi PAN itu mengatakan agar pertumbuhan ekonomi nasional tak terganggu, pemerintah perlu menyusun langkah-langkah strategis.

Salah satunya dengan mengurangi impor dan memperkuat ekspor.

Menurutnya, langkah sederhana itu bisa mengurangi tekanan inflasi agar nilai rupiah tidak ambruk. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Antrean Mengular di Sejumlah SPBU di Jaksel, Harga BBM Naik Hari Ini?


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler