Hah..., di Kabupaten Lingga Malah Ada Beras Kaca

Selasa, 02 Juni 2015 – 05:50 WIB

jpnn.com - LINGGA - Heboh peredaran beras sintetis yang diduga mengandung plastik baru saja reda. Namun, warga di wilayah Singkep Barat, Kabupaten Lingga di Provinsi Kepulauan Riau justru dikejutkan dengan adanya beras kaca.

Jangan salah sangka dulu, karena beras kaca itu bukanlah hasil sintetis. Adalah Rahman (57), warga Singkep Barat yang terkejut karena belas yang dibelinya ternyata bercampur dengan serpihan kaca halus dan bening.

BACA JUGA: Pemprov Riau Evaluasi Peminjaman Alat Berat untuk Atasi Lumpur Lapindo

Rahman yang berprofesi sebagai seorang buruh lepas itu mengaku membeli beras tersebut sebanyak lima kilo gram dari salah satu warung di Singkep Barat, Minggu (24/5) untuk makan para pekerja. Harga per kilonya adalah Rp 9 ribu.

Namun, Rahman baru mengetahui beras itu mengandung serpihan kaca setelah memasaknya. "Saya masak seperti biasa, untung saya belum makan. Nasi itu banyak kacanya," katanya seperti dikutip Batam Pos.

BACA JUGA: Pulau Jemur Ternyata Tak Layak untuk Pengungsi Rohingya, Ini Penjelasannya

Karena penasaran, Rahman lantas memeriksa sisa beras yang belum dimasak. Benar saja, ternyata beras dalam kantong itu bercampur dengan serpihan kaca halus dan bening.

Rahman melihat pedagang itu mengeluarkan lima kilogram beras dari kantong beras bermerk Kopi Cangkir. Hanya saja ia curiga beras itu sudah dioplos.

BACA JUGA: Bocah Ini Melubangi Dinding Rumah untuk Menghindari Paman yang Suka Mencabuli

"Kelihatannya itu bukan kantong asli beras itu, sudah ditukar," ujar Rahman.

Meski demikian Rahman mengaku bersyukur karena belum sempat memakan beras bercampur kaca itu. Namun, ia tetap meminta kepada instansi terkait untuk memeriksa dan melakukan pengecekan terhadap beras yang beredar karena takut akan berdampak bahaya terhadap masyarakat.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemadaman Semakin Parah Masyarakat Sambangi (Lagi) PLN Tanjungpinang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler