Hal-hal Mengejutkan dari Pengembangan Bandar Narkoba Yoyon

Rabu, 06 Mei 2015 – 06:31 WIB
Foto dok.Jawa Pos

jpnn.com - SURABAYA - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, menemukan sejumlah hal baru dalam  pengembangan penyidikan kasus Triyono, bandar narkoba yang dibekuk beberapa waktu lalu di Terminal Arjosari.

Pertama, lima hari sekali Triyono kulakan sabu-sabu (SS) senilai Rp 1,5 miliar. Kedua, ada aliran sabu-sabu cukup banyak ke Rutan Medaeng.

BACA JUGA: Dihajar Warga, Kakek Enam Cucu: Aku Sama si Supiyati itu Pacaran

Ketiga, berdasar data yang dihimpun, Yoyon –panggilan Triyono– termasuk bandar yang berhubungan dengan bos-bos narkoba besar di Indonesia. Koneksinya diduga sampai lintas negara. Berdasar penelusuran BNNP Jatim, Yoyon membeli 1 kilogram sabu-sabu di Jakarta.

Sabu-sabu tersebut dibeli dari seorang bandar yang saat ini masih meringkuk di dalam tahanan. Pemesanannya melalui sambungan telepon. Pembayarannya dilakukan melalui rekening. Sabu-sabu tersebut diserahkan melalui seorang kurir dengan sistem ranjau.

BACA JUGA: Aksi Begal Sadis, Hajar Kepala Korban saat Melaju di Jalan

Petugas yang menelusuri jaringan itu menemukan rangkaian yang cukup panjang. Tahanan yang menjual sabu-sabu kepada Yoyon di Jakarta ternyata membelinya dari seseorang yang juga berada di dalam lapas. Pembelian itu pun dilakukan melalui sambungan telepon.

”Ini transaksi antarlapas,” kata seorang petugas BNNP Jatim yang ikut menangani kasus tersebut.

BACA JUGA: Bobol Brangkas Majikan Demi Bahagiakan Pacar

Karena itu, sabu-sabu yang dijual bukan ukuran kecil lagi. Sekali transaksi, minimal order 1 kilogram. Bahkan, dari penelusuran, jaringan tersebut sering menjual berkilo-kilo sabu-sabu untuk sekali transaksi.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Iwan Abdullah Ibrahim ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dia menyatakan, jaringan itu sangat kakap. Dalam lima hari, sang bandar menerima uang Rp 1,5 miliar. ”Itu hanya untuk membeli narkoba,” katanya.

Iwan menambahkan bahwa angka itu merupakan nilai minimal transaksi. Sebab, uang Rp 1,5 miliar tersebut hanya cukup untuk membeli 1 kilogram sabu-sabu. Padahal, bandar itu sekali jual bisa lebih dari 1 kilogram. Bisa dibayangkan, untuk 2 kilogram sabu-sabu, nilainya mencapai Rp 3 miliar.

Semua transaksi kristal putih tersebut dilakukan secara tunai. Bandar mengambilnya dengan menyuruh orang yang identitasnya digunakan untuk membuat rekening. Dengan begitu, pemilik uang masih tetap terlindungi.

Perwira tinggi dengan dua melati di pundak itu menambahkan, berdasar hasil analisis laboratorium terhadap sabu-sabu yang dibawa Yoyon, petugas memastikan bahwa barang itu berasal dari luar negeri. ”Saya yakin dikirim dari Malaysia. Jenisnya sama dengan yang terdahulu,” jelasnya.

Sabu-sabu yang dibawa Yoyon itu juga memiliki kualitas premium dengan grade A. Karena itu, konsumennya adalah para bandar kecil yang sekali ambil dalam bilangan ons. Narkoba itu biasanya dicampur lagi dengan bahan lain sehingga memberikan keuntungan berlipat kepada penjual.

Iwan menjelaskan, sabu-sabu dari Malaysia masuk ke Indonesia melalui jalur darat. Dia menduga, narkoba itu masuk melalui Aceh. Daerah di ujung utara Pulau Sumatera tersebut sangat dekat dengan Malaysia. Dengan begitu, tidak sulit memasukkan sabu-sabu ke Indonesia.

Dari Aceh, barang itu dibawa ke Jakarta dengan menggunakan jalur darat dan laut. Kurir biasanya menggunakan kapal kecil untuk membawa sabu-sabu itu menyeberang ke Jawa. Sabu-sabu tersebut tidak langsung diantar ke Jakarta. ”Banyak yang ditemukan transit di Jatim dulu,” jelas Iwan.

Salah satu contohnya, penyitaan 3 kilogram sabu-sabu di Kediri beberapa waktu lalu. Sabu-sabu tersebut tiba di Pelabuhan Semarang, dibawa ke Jatim, lalu dikirim ke Jakarta. Tapi, ketika sampai di Kediri, pelaku ditangkap.

Modus ganti rute itu sengaja digunakan untuk mengaburkan jejak dari penciuman petugas. Cara itu pula yang digunakan Yoyon ketika akan mengirim sabu-sabu ke Surabaya. Dia berhenti di Stasiun Kediri, naik bus ke Batu, dan bertransaksi di Terminal Arjosari sebelum sampai di Rutan Medaeng.

Iwan mengatakan, saat ini petugas memburu jaringan tersebut. Termasuk melacak napi yang memesan narkoba kepada Yoyon. ”Mohon doanya dalam waktu dekat bisa terungkap,” ucapnya. (eko/c7/ayi)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Alamak... Tersangka Pencuri Cekik Polisi Lalu Bajak Mobil Patroli yang Membawanya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler