Halaman Publik Interaktif Sumut Pos Dianggap Luar Biasa

Senin, 28 April 2014 – 11:15 WIB
KE GRAHA PENA: Ombusdmen Indonesia dan Ombudsman Belanda berkunjung ke Graha Pena Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (25/4). Foto: TRIADI WIBOWO/SUMUT POS

jpnn.com - MEDAN - Halaman Publik Interaktif yang telah terbit ribuan edisi di Harian Sumut Pos (Grup JPNN) mendapat apresiasi positif dari Ombudsman Republik Indonesia dan Ombudsman Belanda. Bahkan, dianggap sebuah halaman yang luar biasa.

Hal ini terungkap ketika kedua ombudsman yang didampingi Ombudsman Sumut itu mengunjungi Graha Pena Medan, Jumat (25/4).

BACA JUGA: Razia Balapan Liar Jaring 28 Sepeda Motor

“Ini sungguh menarik, halaman Publik Interaktif ini juga dapat membantu kerja dari Ombusman,” ujar anggota Ombudsman RI Bidang Pencegahan, Kartini Istikomah.

Untuk itu dia berharap Sumut Pos dapat terus komitmen dalam menampung aspirasi masyarakat terutama perihal pelayanan publik. “Kalau pejabat atau instansi terkait tidak menindak lanjuti keluhan tersebut, silahkan laporkan kepada Ombudsman Sumut untuk ditindaklanjuti lebih jauh,” sarannya.

BACA JUGA: Tim Verifikasi Didesak Beber Data Honorer K2 Bodong

"Bukan hanya itu, agar pekerjaan Ombudsman Sumut biar lebih banyak lagi,” kata tambah Kartini sembari tersenyum kecil.

Kartini yang dalam kesempatan itu juga memperkenalkan Head of International Affairs Ombudsman Belanda,Stephan Sjouke serta Asisten Ombusman Belanda Ina Samaniri.

BACA JUGA: Daerah Janji Langsung Coret Honorer K2 Siluman

Menurut Kartini, kedatangan Ombusman dari Belanda untuk bertukar informasi antara Ombudsman Sumut serta melakukan kerja sama untuk berbagi informasi tentang cara kerja di kedua negara tersebut.

“Kita kerja sama untuk sharing, apa bedanya Ombusman Belanda dengan Ombudsman Indonesia, tugas dan fungsinya seperti apa. Bagaimana pendekatan ombusman pada pelapor, karena Ombudsman itu persuasif, “ katanya.

Asisten International Affairs Ombudsman Belanda, Ina Samarini juga tertarik dengan keberadaan halaman publik interktif yang mampu menampung banyak keluhan masyarakat.

Malah, dia mempertanyakan apakah berita buruk yang sering dimuat di halaman Publik Interaktif sering mendapatkan tanggapan sinis dari masyarakat. Pasalnya, pesan singkat yang masuk ke awak redaksi Sumut Pos bisa hanya berupa fitnah.

Pun, wanita asli Indonesia kelahiran Belanda itu juga bertanya bagaimana porsi pemberitaan keluhan masyarakat yang sudah ditangani oleh instansi terkait. “ Ada beberapa instansi yang langsung memenuhi keluhan masyarakat itu, bagaimana Sumut Pos menyikapinya,” kata wanita yang dialog bahasa Indonesia-nya masih terbata-bata itu.

Menjawab pertanyaan itu, Pemimpin Redaksi Sumut Pos, Valdesz Junianto mengatakan banyak masyarakat yang mengeluh karena diberitakan yang negatif. Untuk itu, sebelum memblikasi keluhan masyakarat tersebut, redaktur yang memegang halaman tersebut langsung mengonfirmasi kepada yang bersangkutan.

Sedangkan untuk keluhan masyarakat yang sudah dibenari instansi terkait, maka Sumut Pos akan kembali mempublikasikannya.

Halaman publik interaktif itu, lanjut Valdesz, sudah ada sejak 8 tahun lalu atau ketika Harian Sumut Pos berusia 3 tahun. “Ini bentuk komitmen dari Sumut Pos untuk mengawal pemerintahan yang lebih baik,” katanya.

Dalam kesempatan itu turut hadir Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut Abyadi Siregar didampingi Asisten Dedy Irsan, Ricky Hutahaean dan Tetty Silaen. Sementara dari Sumut Pos, selain Valdesz, hadir juga Wakil Pemimpin Redaksi Asih Astuti dan Koordinator Liputan, Chairil Huda. (dik/rbb)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gubernur Ganjar Pranowo dan Bupati Ikut Joget


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler