BACA JUGA: Blogger Malaysia Akhirnya Bebas
Organisasi Islam radikal yang dicap Gedung Putih sebagai teroris itu pun bersedia membuka pintu dialog dengan ASPimpinan Hamas di Jalur Gaza, Mahmoud Zahar, mengharapkan hubungan Gedung Putih dan Hamas menjadi lebih baik di bawah kepemimpinan Obama
BACA JUGA: Malaysia Berdebat Gara-gara Obama
Jumat (7/11), dia mengatakan bahwa Hamas siap segera memulai lembaran baru dengan ASBACA JUGA: Pulang ke Alaska, Palin Bidik Pilpres 2012
Kami tahu, AS butuh waktu untuk mengubah kebijakannya terhadap Hamas,” tandasnyaNamun, bukan hanya hubungan Gedung Putih dengan Hamas saja yang diharap membaikZahar berharap, Obama bisa membawa AS pada hubungan yang lebih harmonis dengan muslimHal yang sama dipaparkan pimpinan Hamas dalam pemerintahan Palestina, Ismail Haniya”Kami siap berdialog serius dengan AS sekarang,” ujarnya di sela kunjungannya ke rumah sakit Gaza.
Haniya menambahkan, di bawah pemerintahan Bush, AS sudah banyak melakukan kesalahan fatalTerutama menyangkut hubungan Washington dengan dunia Islam dan Hamas pada khususnya”Mudah-mudahan presiden AS yang baru ini bisa banyak belajar dari pemerintahan sebelumnya dan bersedia menghentikan kebijakan semunya terhadap Israel,” lanjutnya.
Selama dua periode pemerintahannya, Bush memboikot kelompok-kelompok militan IslamMelabeli kelompok-kelompok itu sebagai jaringan teror, pemimpin 62 tahun itu memasukkan mereka ke dalam daftar hitam dan menolak berunding dengan merekaLangkah senada ditempuh Uni Eropa (UE) dan Israel
Meski bersedia membuka diri untuk berdialog dengan AS, Hamas tetap tidak bersedia mengendurkan serangan mereka ke IsraelTerutama, jika Negeri Zionis itu mengawali serangan lebih duluHamas juga tetap tidak mau mengakui Israel sebagai negara, kendati mereka paham bahwa AS dan Israel adalah sekutu(AP/AFP/hep/ami)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Putin Susun Sekenario Kembali ke Kremlin
Redaktur : Tim Redaksi