Hamdalah, 53 Nelayan yang Sempat Dinyatakan Hilang Ditemukan Selamat

Senin, 17 Juli 2017 – 03:35 WIB
Tim gabungan berhsil menyelamatkan nelayan yang hilang akibat cuaca buruk di Sungailiat, Minggu (16/7) kemarin. Foto: babelpos/jpg

jpnn.com, SUNGAILIAT - Sebanyak 53 nelayan yang sempat dinyatakan hilang di Laut Bangka akhirnya ditemukan dengan kondisi selamat.

Pencarian yang dilakukan tim gabungan terdiri dari Lanal Babel, Satpolair Polda Babel, Satpolair Polres Bangka, Kantor SAR Pangkalpinang, Tagana, PT. Timah Tbk, relawan serta nelayan ternyata tidak sia-sia.

BACA JUGA: Hujan Deras, Gubrak, Kanopi Ambruk Hantam Avanza, Begini Jadinya

Sebelumnya tim mencari sisa nelayan hilang yang berjumlah belasan karena terjatuh dari bagan setelah roboh dihantam badai di tengah laut.

Tim juga masih membuka informasi pengaduan apabila ada anggota keluarga yang merasa kerabatnya sebagai nelayan hilang dalam kejadian bagan roboh tersebut.

BACA JUGA: Dianggap Kartel, Puluhan Nelayan Sambangi BIN

Dari 20 bagan yang sebelumnya dikabarkan belasan bagan berhasil didata 53 nelayan selamat dalam peristiwa bagan roboh akibat cuaca buruk ini.

"Dari 20 bagan ditemukan 53 nelayan dalam keadaan sehat dan selamat. Alhamdulillah semua sudah dievakuasi dengan selamat, tetapi kita tetap menunggu laporan dari pihak keluarga seandainya keluarga mereka belum pulang ke rumah," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Ridwan kepada Babel Pos (Jawa Pos Group) tadi malam.

BACA JUGA: Persoalan Pertanian dan Nelayan Sangat Rumit

Cuaca buruk melanda perairan Kabupaten Bangka yang ditandai angin kencang, hujan hingga ombak besar. Akibatnya, belasan bagan tancap milik nelayan di Sungailiat roboh disapu angin dan ombak hingga membuat nelayan hilang karena terjatuh ke lautan lepas.

Hal itu juga menyebabkan bagan nelayan rusak tersebut kebanyakan menghajar bagan milik nelayan tradisional asal Desa Rebo. Para nelayan lebih dari 30 orang sempat terombang-ambing di laut saat kejadian, beberapa diantaranya selamat selebihnya belasan orang masih hilang dan dilakukan pencarian oleh tim gabungan.

"Berdasarkan info dari nelayan ke kita, kejadiannya pukul 01.00 hingga 02.00 WIB tadi malam (kemarin malam) dengan ketinggian gelombang mencapai 3 meter lebih. Belasan bagan yang roboh," sebut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Bangka, Ridwan, Minggu (16/7).

Nelayan yang terhempas ke laut kemudian ada yang berhasil menyelamatkan diiri ke tepi pantai. Sebanyak 21 orang nelayan berhasil dievakuasi ke daratan sisanya dia dapat informasi sebanyak 11 orang masih hilang.

Pencairan nelayan bagan ini dibantu nelayan setempat, Lanal Babel, Satpolair Polda Babel dan Salpolair Polres Bangka.

"Dari 21 orang nelayan yang selamat dalam kondisi baik baik saja dan sempat diberikan vitamin pasca kejadian ini," ujarnya.

Untuk bagan-bagan yang roboh antara lain, bagan Ase terdapat 2 orang nelayan Pur dan Tawi kondisi selamat, bagan Awen 1 orang , Rusli dalam kondisi selamat namun masuk rumah sakit. Bagan Tenkom 1 orang, Dodi selamat, kondisi bagan miring. Bagan Ajam 1 orang atas nama Aco kondisi badan roboh, bangan Alim 1 orang atas nama Capiak kondisi bagan roboh.

Bagan lainnya, bagan Yan yang terdapat Yopris, Asan, Mut, Jack dalam kondisi selamat namun bagan roboh, bagan Sukri/Male terdapat 9 orang belum ditemukan, bagan Aming ada orang selamat atas nama Hendra dan Koni dengan kondisi bagan aman, bagan Afoy ?1 orang atas nama Awen dalam kondisi selamat, sedangkan bagannya roboh.

Untuk bagan Acan terdapat nelayan Andi, Razi yang belum dtemukan, bagan Dul Kemuje yang berisi Kosim, Rizal, Mustar, Bujang, Yadi, Edi, Sukri, Senen, Ozeng semuanya selamat, bagan Iswadi Balun Ijuk terdapat Jabar, Sam, Atok Azhar dalm kondusi selamat.

Sedangkan bagan Angian, 1 orang nelayan atas nama Paisal ditemukan selamat, bagan Akhian terdapat Acan, Athu, Ayib belum diketahui perkembangannya.

Ada 4 bagan lainnya yakni bagan Bong Adew alias Sugianto terdapat Bean dan Fendi yang selamat, bagan dalam kondisi robo. Bagan Ble dengan nelayan Wis dan Rio belum ditemukan, bagan Lokin sebanyak 2 bagan ada 4 orang ditemukan selamat dan Bagan Athu 1 orang belum ditemukan.

"33 nelayan sudah dievakuasi belasan nelayan masih dalam pencarian. Hingga ini diturunkan kapal PT Timah Rescue, sedang melakukan proses pencarian lebih kurang 13 nelayan yang masih hilang," sebut Ridwan.

Terkait kejadian ini, Ridwan juga mengamati adanya pemilik bagan yang enggan melapor bangannya ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka. Dari 80 bagan yang terdeteksi oleh pihaknya, hanya sebagian bagan saja yang telah memiliki izin mendirikan bagan di perairan laut Rebo.

"Informasi yang kita terima ada sekitar 80 bagan, tapi yang terdeteksi di DKP Bangka, belum sampai setengahnya. Kepada pemilik bagan diimbau untuk mengurus surat izin bagannya di DKP," ujarnya.

Ditambahkannya, dalam kesempatan yang sama, kejadian laka laut juga terjadi di perairan laut pulau tujuh, kecamatan Belinyu yang mana 4 orang nelayan dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian oleh Basarnas Babel.

"Di Belinyu juga ada kejadian kapal nelayan yang pecah di perairan laut tujuh dan sampai sekarang belum diketahui keberadaan ABK nya yang berjumlah 4 orang, 1 nahkoda, 3 ABK," katanya.

Atas kejadian ini, Ridwan mengaku sudah memberikan himbauan kepada seluruh nelayan daerah ini yang masih melakukan penangkapan ikan di perairan laut Bangka melalui via Handy Talky diminta untuk menepi ke daratan mengingat kondisi cuaca perairan laut Bangka saat ini dalam keadaan ekstrim.

"Himbauan sudah kita berikan agar nelayan yang masih melaut di luar sana agar menepi dan pulang karena cuaca ekstrim dengan ketinggian gelombang mencapai 3 meter lebih untuk menghindari kejadian kejadian yang tidak kita inginkan," pungkasnya.(trh)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nelayan Kepung Istana, DPR: Segera Lakukan Dialog Sebelum Rakyat Marah


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler