Hamdalah, Sentra Produksi di Sumatra Memasuki Musim Panen, Harga Beras Mulai Turun

Senin, 11 Maret 2024 – 17:34 WIB
Petani saat panen padi. Ilustrasi. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, PALEMBANG - Harga beras di berbagai wilayah Sumatra yang sebelumnya sempat naik kini dikabarkan sudah mengalami penurunan.

Tren penurunan harga ini ditenggarai terjadi dikarenakan sentra-sentra produksi sudah memasuki musim panen, salah satunya Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel)

BACA JUGA: Sambut Ramadan, Jokowi Sebut Harga Beras di Pasar Sudah Turun

Memasuki awal tahun 2024, masyarakat khususnya Sumsel disambut dengan kenaikan harga beras hingga mencapai Rp 15.500 per kilogram.

“Saat ini memasuki bulan Maret 2024, khususnya Sumatera Selatan sedang memasuki panen raya sehingga harga beras mulai berangsur menurun,” kata Jonan Winarta, pemiliki Distributor Beras Jaya dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (11/3).

BACA JUGA: Harga Beras Turun, Perpadi: Petani Jangan Sampai Rugi

Bahakan, kata Jonan, dikarenakan sentra-sentra produksi Sumsel sedang panen raya, pihaknya saat ini banyak mengirim keluar wilayah.

“Kami juga banyak mengirim ke Jambi, Pekanbaru, dan Lampung. Jadi saat ini harga beras sudah mulai turun Rp 2 ribu per kilogram untuk kemasan yang lima kilogram,” ungkap Jonan.

BACA JUGA: Tito Bandingkan Harga Beras Indonesia & Singapura, Konon Murah karena Impor

Jonan meyakini dengan panen yang saat ini mulai berlangsung, stok untuk Sumsel sendiri masih aman terkendali sampai Juni 2024.

“Jadi tak perlu khawatir memasuki bulan Ramadan stok beras masih tercukupi dan melimpah,” ujarnya.

Musim panen juga turut berdampak pada penurunan harga di Kabupaten Pelalawan, Riau.

Setelah sebelumnya sempat menyentuh angka Rp16 ribu/kilogram, sudah mulai terjadi penurunan harga beras sejak satu minggu terakhir dengan rata-rata sekitar Rp 500/kilogram.

Pemilik agen neras UD BERKAT di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Kasmawati menjelaskan saat ini harga beras di tokonya untuk Beras Topi Koki kemasan 20 Kg harga Rp 284 ribu yang sebelumnya Rp 294 ribu.

Sementara itu, kemasan 10 Kg harga Rp 144 ribu yang sebelumnya Rp 149 ribu.

"Sementara beras belida untuk kemasan 20 Kg harga Rp 284 ribu yang sebelumnya Rp 294 ribu. Sedangkan kemasan 10 Kg harga Rp 144 ribu yang sebelumnya Rp 149 ribu," katanya.

Penurunan harga ini terjadi, menurut para pedagang di sana terjadi karena di beberapa daerah sentra produksi beras sudah memasuki masa panen raya sehingga pasokan beras dari distributor ke para agen maupun pedagang akan lancar.

Untuk ketersediaan stok beras di lapangan saat ini terpantau akan mencukupi hingga perayaan Idulfitri 1445 H.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan akan ada penambahan ketersediaan stok beras nasional yang dihitung dari hasil produksi panen raya Desember 2023 hingga Januari 2024.

Jumlahnya cukup besar yakni sebanyak 3,5 juta ton.

“Sehingga beras pada bulan Maret, April dan Mei 2024 masih dalam kondisi cukup,” ujar Amran.

Mentan Amran juga meminta semua pihak tetap menjaga optimisme agar mudah-mudahan panen beras di tahun ini bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Sekarang (Maret) sampai Mei kan aman nih, surplus. Nah sekarang kita tanam hari ini, kita lihat, kita berdoa saja, mudah-mudahan lebih bagus," terangnya.

Menurut Amran, Kementerian Pertanian akan terus melakukan percepatan tanam dengan bantuan pompanisasi atau sistem irigasi yang memanfaatkan air dari dalam tanah.

“Kami akan pastikan percepatan tanam bisa terus berjalan, baik dengan pompanisasi, optimasi lahan rawa, dan seterusnya,” tegas Mentan Amran. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler