Hanura Gagal ke Senayan, Salah OSO atau Wiranto?

Jumat, 17 Mei 2019 – 14:12 WIB
Oesman Sapta Odang. Foto: Humas MPR

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Wishnu Dewanto menilai, Oesman Sapta Odang (OSO) yang harus bertanggung jawab atas kegagalan Hanura lolos ke Senayan.

Wishnu mengemukakan pandangannya menyikapi komentar OSO yang sebelumnya terkesan menyalahkan Wiranto atas kegagalan Hanura memenuhi ambang batas parlemen sebesar empat persen.

BACA JUGA: Kata Ketua MK soal Curhatan Oesman Sapta Odang

"Saya justru melihat bahwa yang pantas dipersalahkan itu OSO sebagai ketua umum. Dia harus bertanggung jawab sebagai pemimpin tertinggi dalam sebuah parpol," ujar Wishnu di Jakarta, Jumat (17/5).

Menurut Whisnu, sangat tidak etis OSO melempar tanggung jawab ke Wiranto. Apalagi Wiranto sudah memberikan modal besar ke OSO untuk menakhodai Hanura.

BACA JUGA: Cerita Oso soal Nasibnya di Buka Puasa untuk Salam Perpisahan

Terbukti, Menko Polhukam tersebut dua kali membawa Hanura lolos ke Senayan. Tepatnya pada Pemilu 2009 dan 2014 lalu. Sementara saat Hanura dipimpin OSO, Hanura tak memenuhi ambang batas parlemen.

BACA JUGA: Nama Cukup Terkenal, Caleg – caleg Ini Gagal Melaju ke Senayan

BACA JUGA: Oso Legawa Hanura Jeblok di Pileg, yang Penting Jokowi Menang Pilpres

"Jadi, kalau Hanura tak lolos ke Senayan pada pemilu kali ini, itu yang dilihat figur OSO," katanya.

Wishnu yang kini menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI) ini, juga mempertanyakan pertanggungjawaban OSO yang disebut telah mengganti AD/ART partai di Rapimnas Bali 2017 lalu.

BACA JUGA: Utak-atik 575 Kursi DPR: PDIP 133, Golkar 82, Gerindra 80

"AD/ART dilakukan pada Rapimnas Hanura 2017 di Bali yang mengubah kewenangan Ketua Dewan Pembina Hanura. Penggantian AD/ART di rapimnas itu inkonstitusional, ilegal. Mengganti AD/ART itu forumnya munas," pungkas Wishnu. (gir/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Dinilai Bersikap Kesatria Lantaran Merangkul Lawannya di Pilpres 2019


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler