Hanya 3 Partai Layak Dijatah Menteri

Rabu, 15 Juli 2009 – 18:09 WIB

JAKARTA --Kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pilpres 2009 lebih disebabkan personality dia yang memikat rakyat, bukan karena hasil kerja 24 partai pendukungnyaKarenanya, SBY tidak perlu terlalu pusing untuk mengakomodir keinginan partai pendukungnya di kabinet mendatang

BACA JUGA: DPT Sesungguhnya Masih Misterius

Lebih baik SBY memilih kalangan profesional untuk mengisi kabinetnya
Menurut anggot Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ichsan Loulembah, jika SBY tetap ingin menunjuk orang partai, jumlahnya harus dibatasi

BACA JUGA: Fadli Zon: Pilpres 2009 Kacau-balau

Menurutnya, hanya tiga partai pendukung SBY yang layak mendapat jatah kursi menteri, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Ketiga partai itu layak diberi jatah kursi bukan karena untuk membalas jasa sebagai partai pendukung, tapi sebagai cara untuk menjaga keseimbangan politik
"Karena PPP bisa disebut merepresentasikan kalangan Nahdlatul Ulama, PAN mewakili Muhammadiyah, dan PKS yang secara politik memang harus diperhitungkan," ujar Ichsan Loulembah kepada koran ini di gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7)

BACA JUGA: Megawati Puji Kesetiaan Prabowo dan Gerindra

Menurutnya, kalau pun SBY merasa tidak enak hati dengaan partai-partai lain selain ketiga partai tersebut, maka cukup mereka diberi jabatan sebagai duta besar (dubes) saja.

Pendapat yang sama disampaikan pakar Hukum Tata Negara (HTN) Irman Putra SidinSBY, katanya, tidak perlu menuruti keinginan seluruh partai pendukungDijelaskan, bahwa 24 partai dulunya berkoalisi untuk mengusung pencalonan SBY sebagai presiden, yang berarti tidak lantas sebagai partai pendukung pemerintahAlasan lain, hal ini untuk menata sistem pemerintahan presidensiilAgar presiden bisa bekerja secara efektif, maka dia tidak boleh direcoki oleh kepentingan-kepentingan politik para pembntunyaBagaimana pun, menteri yang berasal dari partai akan punya loyalitas ganda, yakni kepada presiden dan kepada partainya"Jadi, kalau SBY ambil dari orang partai, sama saja dia menyimpan musuh dalam selimut," katanya.

Alasan lain, secara teoritis, memang orang partai bukan untuk duduk di kabinetPolitisi sudah diberi ruang untuk memperebutkan kursi di legislatif yakni DPR dan DPRDNamun dia mengakui, SBY tidak akan berani secara total meninggalkan partai-partai pendukungnyaSBY akan berhadapan dengan partai-partai yang ngotot mendapat jatah menteri"Karena faktanya, kursi kabinet itu seperti kapal kerukOrang-orang partai akan memperbutkan kursi menteri kehutanan misalnya, dibanding menteri pertahanan atau menteri luar negeri, karena menteri kehutanan bisa menjadi sarana menumpuk pundi-pundi harta," ujarnya(sam/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ditunggu Wartawan, Hafiz Malah Ngacir!


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler