Harapan CEO PSIS Setelah Deretan Kekerasan Muncul Lagi Pascalaga Liga 1 Kembali Bergulir

Senin, 30 Januari 2023 – 13:35 WIB
CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi dan jajaran manajemen Foto: PSIS Semarang

jpnn.com, JAKARTA - CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi sangat menyayangkan terjadinya kekerasan setelah kompetisi Liga 1 2022/2023 kembali bergulir. Dia menilai peristiwa itu sangat memprihatinkan.

Sebelumnya, pada pekan ke-20 dan 21 beberapa waktu lalu, terjadi pelemparan bus pemain Arema FC setelah laga kontra PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo. 

BACA JUGA: Dear Aremania, Manajemen Pertimbangkan untuk Bubarkan Arema FC

Setelah itu, kejadian berulang dengan dilemparinya bus yang ditumpangi pemain Persis Solo seusai bertanding lawan Persita Tangerang di Stadion Indomilk Arena. 

Kekerasan juga sempat terjadi di markas Arema FC di Malang. Kericuhan itu menjadikan offical store mereka hancur karena penyerangan dengan kekerasan.

BACA JUGA: Amankan Ratusan Orang Seusai Aksi Aremania, Kombes Budher Komitmen soal Ini

Melihat deretan kejadian tersebut, Yoyok merasa sedih. Dia menyayangkan kejadian seperti itu masih ada di sepak bola Indonesia. 

"Saya menyayangkan apa yang terjadi belakangan ini. Sepak bola harusnya membawa kebahagiaan, persaudaraan, dan sikap saling respek," ungkapnya.

BACA JUGA: Demo Aremania Rusuh, Manajemen Arema FC Siap Buka Ruang Dialog

Pria yang karib disapa Yoyok tersebut menilai, tidak dibenarkan kekerasan dalam bentuk apa pun di sepak bola, baik sebelum, saat, maupun setelah pertandingan.

Yoyok sendiri berharap agar kejadian kekerasan yang terjadi belakangan ini tak terulang kembali. Dengan begitu, sepak bola bisa dinikmati dengan nyaman.

"Ayo datang ke stadion dengan tertib, mendukung dengan tertib, dan pulang dengan tertib. Hapus itu kekerasan supaya jalannya Liga 1 tidak terganggu," tuturnya.

Yoyok sebagai anggota Exco PSSI juga mendorong agar pemerintah, PSSI, klub serta suporter bisa duduk bersama. Tujuannya, untuk mewujudkan sepak bola Indonesia yang bermartabat, nyaman, dan penuh kebahagiaan. (dkk/jpnn) 


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler