Harapkan Jangan Sampai Pilih Dirjen Bea Cukai Berlatar TNI/Polri

Senin, 25 Mei 2015 – 20:40 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah menggodok calon direktur jenderal Bea Cukai. Namun, kementerian yang dipimpin Bambang Brodjonegoro itu diharapkan cermat dalam menyeleksi nama-nama calon dirjen Bea Cukai yang akan disodorkan ke Presiden Joko Widodo.

Menurut Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Jusuf Rizal, selama ini kelemahan bea cukai di lapangan justru banyak ditimbulkan oleh oknum penegak hukum, khususnya di perairan. Misalnya, oknum Polair maupun TNI Angkatan Laut.

BACA JUGA: Bakal Pegang Banyak Uang, Ini yang Harus Dilakukan para Kepala Desa

Karenanya, Rizal mengharapkan agar jangan sampai sosok dirjen Bea Cukai yang akan dipilih nanti berasal dari aparat penegak hukum. Alasannya, hal itu justru bisa semakin membuka peluang penyelundupan yang berimbas pada hilangnya pemasukan negara.

"Penempatan dari anggota (TNI/Polri) jangan sampai justru menimbulkan penyalahgunaan wewenang yang lebih tinggi.  Itu perlu dilihat. Kalau saya lebih cenderung Kemenkeu tetap memasukkan dirjen Bea Cukai dari internal yang memililki visi kuat," kata Rizal, Senin (25/5).

BACA JUGA: Gagal Bantu Stabilkan Pangan, Bulog Layak Dibubarkan

Rizal mengakui, tidak semua anggota TNI maupun Polri memiliki perangai jelek. Namun, katanya, ketika ada figur yang bagus  masuk dalam sebuah sistem yang sudah terkontaminasi permainan kotor, maka upaya perbaikan pun tak akan berjalan maksimal.

Karenanya pria yang moncer sebagai tim sukses Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di pemilu presiden itu menegaskan, siapapun penegak hukum di Bea Cukai justru akan memuluskan praktik penyelundupan ke Indonesia. Padahal, tak lama lagi Indonesia akan memberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean.

BACA JUGA: Siap-siap, Seribu Brand Produk Material dan Teknologi Ramaikan Pameran di JCC

"Tidak semua aparat Bea Cukai itu jelek, tidak juga angkatan itu pasti jelek. Permasalahannya adalah ketika masuk sebuah sistem, apalagi di titik-titik penyelundupan, aparat itu sering bermain. Ini pola lama, budaya lama dan petinggi-petinggi (TNI/Polri) itu pasti tahu," bebernya.(boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Harga Komoditas Pangan Mulai Merangkak, Pemerintah Jangan Diam


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler