Harga Daging Sapi dan Ayam Mulai Turun

Minggu, 03 Agustus 2014 – 11:37 WIB

jpnn.com - CITAMIANG -- Setelah sebelum lebaran sempat melonjak, harga daging sapi dan ayam di Kota Sukabumi mulai menurun. Jika sebelum dan pada hari lebaran bisa mencapai Rp 130 ribu sampai Rp 180 ribu per kilogram, kali ini harganya turun berada di kisaran Rp 100 ribu - Rp 110 ribu.

Salah satu pedagang di Pasar Gudang, Hadi mengatakan, harga daging sapi terus mengalami perubahan. Meskipun sudah turun, namun kenaikan harga masih dimungkinkan terjadi jika ada peningkatan permintaan konsumen dan tidak stabilnya distribusi.

BACA JUGA: Tambahan Seat Penerbangan Habis Terjual

"Sejak H+2 harga daging sapi sudah mulai turun. Tapi ada kemungkinan naik kalau permintaan meningkat dan stok terbatas," kata Hadi seperti diberitakan Radar Sukabumi (Grup JPNN).

Ia mengatakan, sampai saat ini persediaan daging sapi masih dalam kondisi aman. Hanya saja, permintaan dari konsumen sudah mulai menurun dibandingkan dengan menjelang dan hari lebaran. "Sebelumnya dalam satu hari bisa terjual lebih dari dua kwintal, tapi sekarang sudah mulai ada penurunan," katanya.
 
Tak jauh berbeda, penurunan harga juga terjadi pada daging ayam. Salah satu pedagang daging ayam, Wahyudin mengatakan, saat ini kisaran harga daging ayam sekitar Rp 32 ribu. Padahal pada saat hari H lebaran, beberapa pedagang menjual daging ayam dengan kisaran harga Rp 35 ribu hingga Rp 38 ribu. "Harga mulai turun dua hari setelah lebaran," tutur Wahyu.
 
Pasokan daging ayam sampai saat ini menurutnya masih bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Meskipun sebelumnya, sempat terkendala pasokan ayam yang belum laik jual namun hal tersebut tidak mengganggu stabilitas penurunan harga.

BACA JUGA: Gugatan Newmont jadi PR Presiden Baru

"Memang sebelumnya ada gangguan pasokan yaitu ayam yang dipasok belum laik jual beratnya hanya 1,3 Kg per ekor. Tapi sekarang sudah normal, harga pun mulai turun," imbuhnya.
 
Penurunan harga pasca lebaran juga terjadi pada sayuran. Beberapa komoditi yang sudah mengalami penurunan harga antara lain bawang merah dari Rp 35 ribu menjadi 18 ribu, bawang putih Rp 30 ribu menjadi Rp 18 ribu, cabe rawit Rp 40 ribu menjadi Rp 20 ribu, cabe lokal Rp 40 ribu menjadi Rp 35 ribu dan cabe kriting Rp 20 ribu menjadi Rp 15 ribu. Hal yang sama juga terjadi pada beberapa komoditi sayur-mayur yang lain.
 
Sementara itu, penurunan harga nampaknya tidak terjadi pada komoditi beras. Beras Cianjur dengan kualitas paling baik dijual dengan harga Rp 9.400 / Kg. Padahal sebelum memasuki massa lebaran harga beras jenis tersebut masih berkisar Rp 9.000/kg.

Hal yang sama juga terjadi pada kualitas rendah yaitu beras Ciherang. Awalnya harga beras tersebut berada di kisaran Rp 8.200/kg sekarang masih pada harga Rp 8.600/kg. "Biasanya harga baru akan turun satu atau dua minggu setelah lebaran," kata salah satu pedagang, Rustandi.
 
 Menurutnya, kenaikan harga diakibatkan tidak stabilnya pasokan dari pemasok. Itu lantaran beberapa pemasok masih libur, sehingga tidak mengirim beras seperti jadwal pada hari biasa. (mvi/t)

BACA JUGA: Suplier Libur Panjang, Banyak Produk di Supermarket Kosong

BACA ARTIKEL LAINNYA... Potensi Hotel Budget Besar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler