Harga Emas Ambyar di Bawah Level Psikologis, Pusing!

Kamis, 18 Agustus 2022 – 06:45 WIB
Harga emas merosot lagi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang kerugian hari ketiga beruntun. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Harga emas merosot lagi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang kerugian hari ketiga beruntun.

Investasi 'safe heaven' tertekan oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih kuat.

BACA JUGA: Harga Emas Pegadaian, Rabu 17 Agustus 2022, Ambyar, Bisa Borong, Bun!

Harga emas hari ini menjadi berada di bawah level dukungan penting USD 1.780.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, jatuh USD 13 atau 0,73 persen menjadi ditutup pada USD 1.776,70 per ounce, menambah penurunan 1,40 persen dalam dua sesi sebelumnya.

BACA JUGA: Harga Emas Hari Ini Tak Seindah Kemarin, Sabar Bun

Harga emas berjangka tergelincir USD 8,40 atau 0,47 persen menjadi USD 1.789,70 pada Selasa (16/8), setelah anjlok USD 17,4 atau 0,96 persen menjadi USD 1.798,10 pada Senin (15/8).

Tak lama setelah lantai perdagangan emas ditutup, Federal Reserve (Fed) merilis risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

BACA JUGA: Harga Emas Hari Ini Menanjak di Atas Level Psikologis, Ternyata Ini Penyebabnya

Adapun rilis FOMC menunjukkan The Fed percaya bahwa sikap kebijakan yang lebih ketat diperlukan untuk memenuhi mandat ganda pengendalian inflasi dan meningkatkan lapangan kerja.

"Beberapa peserta mengindikasikan bahwa, begitu suku bunga kebijakan telah mencapai tingkat yang cukup ketat, kemungkinan akan tepat untuk mempertahankan tingkat itu untuk beberapa waktu," kata The Fed dalam risalah pertemuan 26-27 Juli, merujuk pada peserta dari pembuat kebijakan FOMC.

Banyak pejabat Federal Reserve yang khawatir tentang pengetatan yang berlebihan.

Risalah pertemuan mengatakan bahwa anggota FOMC waspada terhadap kenaikan suku bunga yang berlebihan. Mereka merasa bahwa kenaikan suku bunga yang melambat mungkin tepat selama kondisi ekonomi yang lebih lemah.

Di sisi lain, Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Rabu (17/8) bahwa penjualan ritel AS secara tak terduga tidak berubah pada Juli sebagai akibat dari penurunan harga bensin, lebih baik dari yang diperkirakan. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
harga emas   emas   investasi   Ekonomi   The Fed  

Terpopuler