Harga-harga Telanjur Naik, Premium Tak Perlu Turun

Rabu, 31 Desember 2014 – 23:57 WIB
Petugas SPBU. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan menilai pemerintah tidak perlu menurunkan harga premium menjadi Rp 7.600 pada awal Januari 2015.

Karena jika diturunkan, pemerintah diperkirakan akan kembali menyubsidi BBM. Sementara subsidi sejauh ini lebih dinikmati masyarakat berpenghasilan menengah ke atas.

BACA JUGA: Menteri Rini Bakal Tambah Direksi Bulog

''Bukan orang miskin. Mengapa pemerintah masih memertahankan rezim subsidi BBM? Harga sekarang sudah bagus tidak ada subsidi," ujarnya Rabu (31/12).

Menurut Tigor, jika harga BBM diturunkan, harga spare part kendaraan bermotor sulit turun. Begitu pula tarif angkutan umum yang telah terlanjur naik, juga sulit diturunkan.

BACA JUGA: Naik-Turun Harga BBM, Pemerintah Dinilai tak Konsisten

"Lebih baik harga BBM tanpa subsidi agar ada pengendalian penggunaan kendaraan bermotor," ujanya.

Selain itu, kata Tigor, subsidi juga lebih baik digunakan untuk pengembangan ekonomi produktif, angkutan umum massal dan infrastruktur.

BACA JUGA: Politikus Demokrat Pertanyaan Penggunaan Uang Subsidi BBM

"Juga lebih baik subsidi diberikan bagi tarif listrik rumah tangga agar tidak dinaikkan," katanya.(gir/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Korban AirAsia Dapat Klaim Asuransi Rp 2 M per Orang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler