Harga Kopi Naik, Pemilik Pabrik Mengeluh

Kamis, 16 April 2015 – 04:31 WIB

jpnn.com - BANDA ACEH - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas elpiji dikeluhkan oleh sejumlah pengusaha kopi di Banda Aceh dan Aceh Besar. Pasalnya, harga kopi mentah naik karena naiknya biaya prokdusi.

“Biasanya saya beli biji kopi dengan harga Rp 22.000 hingga Rp.23.000. Tapi semenjak pemeerintah kembali menaikkan BBM,  harga biji kopi per kilonya menjadi Rp 29.000,” ucap Jhony, pemilik Pabrik Kopi Keutapang Dua, di Desa Garot, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu (5/4).

BACA JUGA: 10 Hektar Ladang Ganja di Lereng Gunung

Kenaikan harga kopi, menurut Jhony dipengaruhi naiknya biaya transportasi. Selama ini, kata Jhony, dirinya membeli kopi dari daerah dataran Gayo dan kawasan Tangse.

"Harga jual  tidak saya naikan, tapi saya mengolah biji kopi dengan memakai kayu bakar. Selain itu saya juga merakit sendiri  mesin blower-nya, sehingga saya bisa lebih hemat," ucapnya.

BACA JUGA: 14 Hari Menghilang, Pendaki Sindoro Ditemukan jadi Mayat

Dia juga sebutkan, kopi produksinya dijual dengan harga Rp 60.000 perkg untuk kopi asli. Sedangkan untuk kopi yang sudah diberi campuran, dengan harga Rp 50.000 per kg. (ibi)

 

BACA JUGA: Dorrr...Buron 3 Bulan, Pengedar Sabu Akhirnya Tumbang

BACA ARTIKEL LAINNYA... BBM Naik Terus, Elpiji Langka, Warga Beralih ke Kotoran Sapi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler