Harga Minyak Turun Seiring Peningkatan Penyebaran Virus Corona

Senin, 27 Januari 2020 – 11:26 WIB
Ilustrasi minyak dunia. Foto: pixabay

jpnn.com - Harga minyak merosot 2 persen ke posisi terendah di perdagangan Asia, pada Senin (27/1) pagi, karena meningkatnya jumlah penyebaran virus corona dan penutupan kota.

Imbasnya, memperdalam kekhawatiran tentang permintaan minyak mentah, bahkan ketika menteri energi Arab Saudi berusaha untuk menenangkan pasar.

BACA JUGA: Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Menjadi USD 67,18 per Barel

Minyak mentah berjangka Brent turun 1,12 dolar AS atau 1,9 persen, menjadi diperdagangkan di 59,57 dolar AS per barel pada pukul 01.13 GMT (08.13 WIB), setelah sebelumnya turun menjadi 58,68 dolar AS, terendah sejak akhir Oktober.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 1,14 dolar AS atau 2,1 persen, menjadi diperdagangkan pada 53,05 dolar AS per barel, setelah semua turun ke 52,15 dolar AS, terendah sejak awal Oktober.

BACA JUGA: Hyundai Ioniq Diklaim Lebih Ramah Kantong Berbanding Mobil Bensin

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman Al-Saud, mengatakan pada Senin bahwa ia mengawasi perkembangan di Tiongkok dan mengatakan ia merasa yakin bahwa virus baru akan teratasi.

"Pasar sedang, terutama didorong oleh faktor psikologis dan harapan yang sangat negatif diadopsi oleh beberapa pelaku pasar meskipun dampaknya sangat terbatas pada permintaan minyak global," katanya.

BACA JUGA: Virus Korona Jatuhkan Harga Minyak Mentah

Dengan kemampuan virus korona untuk menyebar semakin kuat, sebagian besar pasar keuangan terpukul, meskipun banyak yang ditutup di Asia karena liburan Tahun Baru Imlek. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler