Harga Rumah Subsidi Naik, Permintaan Tetap Tinggi

Sabtu, 02 Februari 2019 – 12:39 WIB
Ilustrasi perumahan. Foto: Kaltim Post/JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Ketua Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Jawa Timur Supratno mengatakan, peminat rumah subsidi masih banyak, terutama di Jawa Timur.

Menurut Supratno, kenaikan harga rumah subsidi tidak akan mengganggu tingkat permintaan.

BACA JUGA: Harga Rumah Bersubsidi Bakal Naik jadi Rp 150 Juta

Kenaikan harga tersebut merupakan usulan dari 17 asosiasi pengembang secara nasional.

Alasannya, menyesuaikan dengan biaya pembuatan rumah yang terus bertambah.

BACA JUGA: Harga Rumah Bersubsidi Berpotensi Naik

Di Jawa Timur, harga rumah diusulkan naik menjadi Rp 140 juta dari standar harga rumah subsidi pada 2018 sebesar Rp 130 juta.

Supratno menyatakan, dengan kenaikan harga rumah tersebut, keuntungan bagi pengembang masih kecil.

BACA JUGA: Siap – siap, Ada 200 Ribu Rumah Harga per Unit Rp 200 Juta

”Sebab, dengan harga segitu itu, kan, marginnya masih minimal,” kata Supratno, Kamis (31/1).

Dia menambahkan, perubahan harga tersebut juga disebabkan berakhirnya periode harga rumah yang sebelumnya ditetapkan pemerintah.

Tahun 2018 merupakan tahun terakhir dari periode harga rumah subsidi yang direncanakan lima tahun lalu.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengusulkan kenaikan harga rumah ke Kementerian Keuangan.

Dalam usulan tersebut, Kementerian PUPR mengajukan kenaikan harga rumah secara nasional berkisar tiga hingga 7,75 persen.

Supratno berharap keputusan kenaikan harga rumah selesai pada akhir Februari 2019.

”Keputusannya nanti masih di Kementerian Keuangan karena kaitannya rumah subsidi ini dibebaskan PPN dan PPh-nya hanya satu persen,” ujar Supratno. (ell/res/c6/fal)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintah Didesak Segera Tetapkan Harga Rumah Subsidi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler