Harga TBS Kelapa Sawit Mulai Terkerek Naik

Rabu, 06 Februari 2019 – 07:37 WIB
Harga TBS kelapa sawit mulai naik. Ilustrasi Foto: JPC

jpnn.com, SAMARINDA - Harga TBS (tandan buah segar) kelapa sawit secara perlahan mulai terkerek naik pada Januari 2019 dibandingkan Desember 2018. Namun, harga tersebut masih sangat rendah bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Belum maksimalnya perbaikan harga TBS disebabkan penurunan harga crude palm oil (CPO) sepanjang 2018. Meski demikian, harga TBS diprediksi sedikit demi sedikit akan meningkat pada tahun ini. Berdasar data dari Dinas Perkebunan Kaltim, harga TBS terendah dicatatkan pada Desember 2018 senilai Rp 1.081 per kilogram.

BACA JUGA: Harga TBS Kelapa Sawit Berpeluang Terus Membaik

Pada Januari 2019 meningkat menjadi Rp 1.171 per kilogram. Sepanjang 2018, harga TBS tertinggi tercatat pada April Rp 1.639 per kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad mengatakan, harga-harga yang sudah ditetapkan per bulan ini merupakan standar bagi para petani yang sudah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di Kaltim, khususnya kebun plasma. Sehingga ini menjadi harga acuan oleh petani. “Harga TBS tersebut, ditetapkan berdasarkan harga CPO dunia,” jelasnya seperti diberitakan Kaltim Post (Jawa Pos Group).

BACA JUGA: Petani Kelapa Sawit: Harga TBS Ajlok, Paling Parah Selama Ini

Menurutnya, harga CPO ditentukan harga pasar dari supply dan demand. Penurunan harga CPO sepanjang 2018 tentunya berdampak pada harga TBS. Namun, fluktuatifnya harga CPO dan TBS merupakan hal wajar.

“Karena itu bergantung mekanisme pasar. Kelihatannya saja itu ditetapkan, tapi perhitungannya tetap dari komponen harga di pasaran,” katanya.

BACA JUGA: Gara-gara Jengkol dan Petai, Optimisme Jokowi Diragukan

Pada awal tahun, tambahnya, harga TBS mengalami peningkatan bila dibandingkan Desember 2018. Hal itu disebabkan harga CPO yang mulai membaik. Seiring meredanya tekanan harga CPO dunia. “Meskipun harga TBS belum setinggi awal tahun lalu, namun sudah sangat baik. Sedikit demi sedikit akan terus naik,” tuturnya.

BACA JUGA: Petani Kelapa Sawit: Harga TBS Ajlok, Paling Parah Selama Ini

Dia menjelaskan, tahun ini diprediksi harga CPO masih tertekan. Namun lebih longgar dari 2018. Beberapa faktor yang bisa membantu harga CPO menguat pada 2019 antara lain potensi meningkatnya permintaan minyak sawit di dalam negeri, dari suplai bahan baku biodiesel. Sehingga tahun ini, ada kemungkinan harga CPO jauh lebih baik. “Tekanan harga pasti ada tapi tidak setiap bulan, pasti ada bulan tertentu harga TBS meningkat,” tegasnya.

Terpisah, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, pemerintah daerah hanya bisa menjadi fasilitator dan tidak bisa serta-merta menaikkan harga TBS. Karena harga tersebut tidak muncul dengan sendirinya. Pasti ada faktor pemicunya.

Faktor internasional juga turut memengaruhi harga TBS Bumi Etam. Ta hanya itu, faktor internal seperti kelebihan stok, transportasi yang terganggu, dan sebagainya juga berdampak pada harga. “Makanya, rendahnya harga TBS terjadi pada beberapa daerah saja. Ada juga yang masih bagus harganya,” ujarnya.

BACA JUGA: Harga Cabai Anjlok, Dibiarkan Membusuk di Pohon

Menurutnya, sekarang harga TBS sudah mulai membaik. Belum setinggi biasanya namun terus-menerus membaik, tidak menurun.

“Itulah pentingnya ada asosiasi pengusaha kelapa sawit, petani dan sebagainya, agar pemerintah bisa antisipasi itu berkat informasi langsung dari pengusaha. Kami hanya bisa menjadi fasilitator, namun upaya peningkatan harga TBS terus dilakukan,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k15)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pembina Petani Plasma Sawit Sebut Jokowi Ngawur


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler