Hasil dari Pos Penyekatan di Suramadu, 25 Orang Diduga Terinfeksi Varian Baru Covid-19

Selasa, 08 Juni 2021 – 21:41 WIB
Penyekatan yang dilakukan di perbatasan Suramadu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Sabtu (5/6). Foto: Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak

jpnn.com, SURABAYA - Pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya terus bertambah.

Hal itu hasil dari limpahan penyekatan dan pemeriksaan di Jembatan Suramadu

Penanggung Jawab RSLI Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan sampai hari ini pasien baru yang masuk sebanyak 136 orang.

"Perinciannya 53 laki-laki dan 38 perempuan, semuanya hasil penyekatan di Suramadu," ujar dia, Selasa (8/6).

Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 RSLI Radian Jadid mengatakan sebanyak 25 pasien diduga terjangkit varian baru Covid-19.

BACA JUGA: ITD Unair Temukan Varian Baru Covid-19 di Bangkalan, Penyebab Lonjakan Kasus?

Dugaan itu merujuk dari hasil pemeriksaan yang CT value kurang dari 25.

"Secara umum, melihat cepatnya penularan, angka kematian yang tinggi, kondisi mereka patut diduga terinfeksi varian baru," ujar dia.

Meski begitu, Jadid menyebut bahwa hal itu adalah dugaan awal.

Data yang valid masih menunggu hasil pemeriksaan spesimen sampel yang telah dikirim ke Balitbangkes dan ITD Unair. 

"Enggak bisa semena-mena kami menyatakan itu, masih patut diduga, sampai nanti sampelnya itu bisa keluar baru kami bisa," ucap dia.

Saat ini pasien-pasien yang diduga terjangkit mutasi baru sudah dipisahkan perawatannya di RSLI. 

BACA JUGA: Ada Teriakan Minta Tolong dari Kamar Indekos Ibu Muda, Warga Datang, Sudah Banjir Darah

"Kami berupaya, memisahkan. Tetap kami usahakan atas dasar kemanusiaan, memang pasien yang biasa, harus dijauhkan kemungkinan paparan baru," pungkas Jadid. (mcr12/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA JUGA: Pagi Buta, Pedrosa Didatangi Anggota Bersenjata Lengkap, tak Berkutik

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kasus Baru COVID-19 di Bangkalan Capai 322 Orang, Inilah Penyebabnya


Redaktur & Reporter : Arry Saputra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler