Hasil Survei Roda Tiga Konsultan: Sedikit yang Setuju Presiden Dipilih MPR

Selasa, 17 Desember 2019 – 17:31 WIB
Direktur Riset Roda Tiga Konsultan Muhammad Taufiq Arif. Foto: Aristo Setiawan/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Roda Tiga Konsultan membeber hasil survei terkait pandangan dan harapan masyarakat terhadap situasi politik. Satu di antaranya, Roda Tiga Konsultan memotret keinginan rakyat tentang Pemilihan Presiden oleh MPR.

Hasil survei Roda Tiga Konsultan menyatakan bahwa 52,8 persen responden tidak menginginkan Pilpres oleh MPR. Sebanyak 12,3 persen lainnya menyatakan sangat tidak setuju Pilpres oleh MPR.

BACA JUGA: Wacana Presiden Dipilih MPR Sama dengan Pengkhianatan pada Reformasi

"Hasil survei kami sebanyak 52,8 persen tidak menginginkan Pilpres melalui MPR," kata Direktur Riset Roda Tiga Konsultan Muhammad Taufiq Arif saat membeber hasil surveu ditemui di Jalan Lebak Bulus Jakarta Selatan, Selasa (17/12).

Masih dari survei Roda Tiga Konsultan, hanya 9,9 responden yang menyatakan setuju Pilpres oleh MPR dan 0,9 sangat setuju.

BACA JUGA: Respons Analis Politik Pangi Chaniago Terhadap Wacana Presiden Kembali Dipilih MPR

"Responden yang netral 17,7 dan tidak menjawab sebanyak 6,4 persen," ucap Arif.

Tiga Roda Konsultan juga memotret tentang sikap masyarakat terkait pemilihan gubernur dan wakil gubernur yang dilakukan oleh DPRD.

BACA JUGA: Jokowi: Alhamdulillah, Ini Jalan Tol Pertama di Kalimantan

Sebanyak 54,3 persen masyarakat menyatakan tidak setuju, 11,9 persen sangat tidak setuju, 0,6 persen sangat setuju dan 10,6 persen setuju. Sementara itu, 17 persen memilih netral dan 5,7 persen tidak menjawab.

Sebagai informasi, Tiga Roda Konsultan melakukan survei pada November sampai Desember 2019. Survei melibatkan 1200 responden dengan margin of error sebesar 2,89 persen.

Survei ini dilakukan dengan menggunakan metode stratified systemic random sampling. Wawancara dilakukan dengan tatap muka secara langsung.

Demi menjaga kualitas data, digunakan metode live call dan call back sebanyak 20 persen dari jumlah sampel. (mg10/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler