Hasil Survei SMRC: 92 Persen Responden Siap Memilih

Senin, 07 Desember 2020 – 11:34 WIB
Ilustrasi Pilkada serentak 2020. Foto : Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menggelar survei bertajuk 'Kesiapan Warga Mengikuti Pilkada di Masa Covid-19' dengan melibatkan 1.201 responden, pada 18-21 November 2020.

Hasilnya, sebesar 92 persen responden menyebut akan ikut memilih pada Pilkada Serentak 9 Desember nanti, sementara 8 persen responden lainnya menyatakakan tidak akan memilih.  

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Oh Begini Modus Menteri Juliari, Munarman FPI Protes, Jawaban Bang Ruhut Adem

"Angka 92 persen didapat dari survei terhadap warga yang mengaku mengetahui di daerahnya akan ada Pilkada pada (Rabu) 9 Desember 2020," ujar Direktur Riset SMRC Deni Irvani saat merilis hasil survei di Jakarta, Minggu (6/12).

Menurut Deni, ada beragam alasan yang disampaikan delapan persen responden mengapa mereka tidak akan memilih.

BACA JUGA: Jelang Pilkada, Guru Honorer jadi Primadona

Misalnya, khawatir tertular atau menularkan Covid-19 (38 persen), pilkada serentak tidak penting (28 persen) dan tidak ada calon yang meyakinkan (27 persen).  

Hasil survei juga menunjukkan 64 persen responden berharap pilkada serentak tetap dilangsungkan pada 9 Desember, dengan protokol kesehatan ketat, agar kepala daerah punya mandat dari rakyat.

BACA JUGA: Pilkada Medan: Akhyar Pastikan tak Akan Membeli Suara Rakyat

Sementara itu, 28 persen responden menilai pemilihan kepala daerah sebaiknya ditunda sampai keadaan Covid-19 terkendali dan kepala daerah ditunjuk oleh pemerintah.

"Dukungan paling tinggi berasal dari warga yang berusia di atas 40 tahun sebesar 69 persen dan paling rendah pada warga usia 21 tahun ke bawah 56 persen," ucapnya.

Survei dilakukan secara nasional terhadap 1.201 responden dengan metode wawancara telepon pada 18-21 November 2020.

Responden adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas. Survei menggunakan metode random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

Menanggapi hasil survei SMRC, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman berharap kerja sama dari berbagai pihak untuk menegakkan aturan protokol kesehatan saat pencoblosan.

"Kami mengatur agar jam kedatangan (pemilih ke tempat pemungutan suara) tak bersamaan. Adanya fasilitas cuci tangan, sarung tangan ketika mencoblos, sehingga terlindungi ketika pegang surat suara hingga menyentuh meja kursi. Ini perlu dikabarkan sehingga semua pihak mematuhi protokol kesehatan," ucapnya.

Arief optimistis partisipasi masyarakat pada pilkada akan tinggi, meski di tengah pandemi. Dia mengacu pada tren positif yang ditunjukkan sejak Pemilu 1999 hingga Pilpres 2019, tingkat partisipasi masyarakat terus meningkat pada setiap pemilihan.

"Kalau dilihat 2015, angka rata-rata partisipasi 63 persen. Kan yang serentak itu pilkada 2015, 2017, 2018. Kami mencatat trennya juga naik. Pilkada terakhir angka rata-ratanya 72 persen. Memang belum mencapai target nasional, namun trennya meningkat," pungkas Arief.(gir/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler