Hasto Kritisi Impor Paracetamol, Pangi: PDIP Sudah Pasti Menyinggung Pemerintahan Jokowi

Rabu, 18 Agustus 2021 – 11:34 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan dua anggotanya, Ribka Tjiptaning dan Deddy Yevri Sitorus di Upacara Perayaan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI ke-76, Selasa (17/8). DPP PDIP

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai pidato Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soal konsep berdikari dan impor paracetamol, jelas sebagai kritikan terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"PDIP sudah pasti menyinggung pemerintahan Jokowi. Saya pikir ini bagus, vitamin bagi pemerintah. Tanda PDIP sayang sama Jokowi," kata Pangi kepada JPNN.com, Rabu (18/8).

BACA JUGA: Sekjen PDIP: Paracetamol Saja Kita Masih Impor, Padahal Mampu Berdikari

Terlebih lagi, katanya, konsep berdikari merupakan bagian dari kampanye Jokowi di Pilpres lalu, sehingga wajar bila partai pimpinan Megawati Soekarnoputri kembali mengingatkan eks wali kota Surakarta itu.

"Bagaimana mungkin negara masih impor paracetamol, padahal jualan kampanye dulu adalah berdikari," ucap direktur eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu.

BACA JUGA: Ini Uang Palsu yang Disita dari Mbah Jamrong, AD Siap-siap Saja

Dalam konteks itu, Pangi melihat PDIP sedang berupaya mengingatkan Jokowi agar kembali ke trayek berdikari secara kongkret.

Sebab, katanya, bila janji kampanye tersebut tidak ditunaikan Presiden Jokowi, itu bakal menjadi beban bagi partai berlambang banteng moncong putih di kemudian hari.

BACA JUGA: Info Penting dari BKN, Peserta Seleksi CPNS 2021 dan PPPK Wajib Tahu

"Karena mungkin kegelisahan PDIP juga jargon berdikari hanya lip service, hanya senjata kampanye tetapi enggak ada bukti kongkret, paracetamol saja masih impor," ucap Ipang -sapaan Pangi.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto sebelumnya mengingatkan upaya Proklamator Kemerdekaan sekaligus Presiden Pertama RI Ir. Soekarno (Bung Karno) dalam membangun modernisasi Indonesia.

Menurut Hasto, cara yang ditempuh Bung Karno adalah dengan mengirim ribuan anak-anak muda Indonesia ke luar negeri untuk belajar ilmu dasar, fisika, matematika, kimia, biologi, dan ilmu-ilmu logam.

Dia juga memberi contoh bagaimana Bung Karno berkomitmen untuk berdiri di atas kaki sendiri atau berdikari, yakni, ketika Presiden AS Gerald Ford hendak membangun pabrik mobil di Indonesia.

Saat itu, katanya, Bung Karno menolak dan dengan bangga mengatakan biarkanlah pabrik mobil itu nanti dibangun para insinyur-insinyur Indonesia yang nanti akan kembali dari sekolah di luar negeri.

"Itu menunjukkan komitmen berdiri di atas kaki sendiri. Kini, setelah 76 tahun kita merdeka, paracetamol saja kita masih impor. Infus, cairan infus, kita masih impor. Padahal, kita seharusnya mampu berdikari," ucap Hasto keterangan persnya, Selasa (17/8). (fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler