Hasto PDIP: Awan Gelap Demokrasi Itu Tetap Terjadi

Rabu, 14 Februari 2024 – 21:54 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menganggap pemilu 2024 diwarnai aura negatif yang menganggu legitimasi proses demokrasi di Indonesia.

Dia berkata demikian dalam menanggapi berbagai kondisi kekinian setelah pencoblosan dan hitung cepat pemilu 2024 di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/2).

BACA JUGA: Hasto Sebut Survei bukan Indikator Kemenangan Lantaran Terjadi Anomali Akibat Banjir Bansos

"Awan gelap demokrasi itu tetap terjadi dan mengganggu seluruh legitimasi dari proses demokrasi di Indonesia," kata Hasto, Rabu.

Alumnus Universitas Pertahanan (Unhan) mengutip pernyataan berbagai pengamat politik yang mengatakan demokrasi Indonesia mengalami kemunduran pascareformasi dengan kecurangan pada pemilu 2024.

BACA JUGA: Yakini Suara Rakyat Suara Tuhan, Hasto Optimistis Ganjar-Mahfud Besar Panen Dukungan

"Sebab, begitu banyak kecurangan masif yang terjadi dari hulu ke hilir," lanjut Hasto.

Dia mengatakan TPN saat ini meminta kader parpol pengusung paslon Ganjar Pranowo-Mahfud Md bisa mengumpulkan bukti dugaan kecurangan pemilu 2024.

BACA JUGA: Hasto PDIP Ungkap Rencana Operasi Kecurangan di Hari Pencoblosan, Sebut Jam Rawan

"Oleh karena itu, seluruh struktur PDIP bersama dengan sukarelawan saksi dan kerja sama dengan PPP, Perindo dan Hanura terus mengumpulkan fakta-fakta di lapangan yang begitu banyak juga disuarakan oleh kelompok-kelompok prodemokrasi," ungkap Hasto.

Namun, Sekretaris TPN itu di sisi lain mengapresiasi seluruh rakyat Indonesia yang dengan penuh antusias datang ke TPS untuk menggunakan hak suara pada pemilu 2024 ini.

"Kami mengapresiasi terlebih dahulu kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah dengan penuh antusias untuk datang ke TPS dan Pemilu bisa berjalan dengan lancar," kata Hasto. (ast/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler