Hasto PDIP Sentil SBY soal Sistem Pemilu, Irwan Fecho Bereaksi

Senin, 20 Februari 2023 – 11:28 WIB
Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Irwan Fecho soal sistem pemilu. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus Partai Demokrat Irwan Fecho merespons sentilan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terhadap Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mempertanyakan urgensi penggantian sistem pemilu di Indonesia.

Hasto sebelumnya menyebut SBY lupa dengan tindakan sejumlah kader Partai Demokrat mengubah sistem pemilu beberapa bulan sebelum pemilihan umum 2009, padahal seharusnya tidak boleh ada perubahan.

BACA JUGA: Soroti Penggantian Sistem Pemilu, SBY Memberi Catatan Begini

Perubahan ketika itu dilakukan dari sistem proporsional tertutup menjadi terbuka melalui mekanisme judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sekarang, sejumlah pakar kembali mengajukan judicial review ke MK agar sistem pemilu proporsional terbuka diubah. PDIP satu-satunya parpol di parlemen yang mengharapkan pengembalian proporsional tertutup.

BACA JUGA: Sekjen PDIP Sentil SBY yang Mempertanyakan Urgensi Penggantian Sistem Pemilu

Irwan menilai Hasto tidak bisa membedakan mana kehendak rakyat dengan keinginan elite sebagaimana pesan SBY.

"Pesan Pak SBY jelas sekali, tanya dulu kehendak rakyat," ucap Irwan melalui keterangan tertulis, Minggu malam (19/2).

BACA JUGA: Elektabilitas Prabowo Makin Moncer, Ganjar dan Anies? Begini Datanya

Menurut ketua DPD Demokrat Kaltim itu, SBY justru mempertanyakan apa urgensi dan alasan kuat untuk mengubah sistem pemilu saat ini.

"Itu yang ditanyakan Pak SBY. Seharusnya fokus menjawab itu, bukan justru membandingkan perubahan sistem pemilu di 2008," lanjutnya.

Irwan menyebut perubahan sistem pemilu di 2008 menjadi proporsional terbuka adalah murni kehendak rakyat, pekerjaan rumah pasca reformasi yang belum diselesaikan pemimpin pemerintahan sebelumnya.

"Sistem pemilu tertutup itu warisan orba. Apakah Hasto mau kembali ke sistem orba?" ujar anggota Komisi V DPR itu mempertanyakan.

Dia mengingatkan bahwa rakyat berhak memilih langsung wakilnya di parlemen sesuai yang mereka inginkan melalui pemilihan langsung dengan sistem proporsional terbuka.

Dengan begitu, kata Irwan, rakyat bisa menagih langsung aspirasinya kepada wakilnya yang mereka pilih, dibanding wakil yang dipilih oleh elite partai.(fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler