Hasto Tuding Kubu Prabowo-Sandi Demen Beridentitas Asing

Jumat, 14 September 2018 – 20:02 WIB
Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH Ma'ruf Amin bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang juga sekretaris Tim Kampanye Jokowi - Ma'ruf di Jakarta, Sabtu (1/9). Foto: TKN Jokowi-Ma'ruf for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku kaget dengan usul Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto Sandiaga S Uno (TKN Prabowo - Sandi) tentang debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Pemilu 2019 menggunakan Bahasa Inggris.

Menurutnya, ada upaya mereduksi semangat Sumpah Pemuda dengan debat menggunakan Bahasa Inggris sebagaimana usulan Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto Sandiaga S Uno (TKN Prabowo - Sandi).

BACA JUGA: Konon Gubernur Maluku Terpilih juga Siap Dukung Jokowi

Hasto mengatakan, seluruh tim kampanye (TKN) capres-cawapres seharusnya mengedepankan rasa cinta tanah air, kebanggaan terhadap jati diri dan kebudayaan nasional, serta sejarah kemerdekaan bangsa sebagai hal prinsip yang tidak boleh dikalahkan ambisi kekuasaaan. Terlebih, Sumpah Pemuda 1928 sudah menyuarakan spirit untuk menggunakan Bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa.

“PDI Perjuangan berpendapat bahwa usulan tim kampanye Prabowo - Sandi tersebut kontrapoduktif dengan semangat Sumpah Pemuda. Apakah ini karena isu yang beredar bahwa Tim Kampanye Prabowo-Sandi di-back up oleh konsultan asing?” ujar Hasto melalui pesan singkat, Jumat (14/9).

BACA JUGA: Catat, Prabowo Akan Rugi Jika Tak Tegas kepada Demokrat

Politikus asal Yogyakarta itu menambahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentu tak mau melanggar aturan dengan menggelar debat capres-cawapres menggunakan Bahasa Inggris. Sebab, ada Undang-undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

UU itu mewajibkan penggunaan Bahasa Indonesia untuk acara resmi. “Jadi kami mempertanyakan usul yang jelas jauh dari memperkuat semangat kebangsaan di tengah era globalisasi saat ini,” tuturnya.

BACA JUGA: PDIP Bantah Kwik Kian Gie Gabung ke Prabowo – Sandi

Hasto lantas membanggakan spirit yang diusung Jokowi tentang kebudayaan Indonesia. Sebagai contohnya, opening ceremony Asian Games 2018 yang menampilkan warna-warni Indonesia pada 18 Agustus lalu mampu memukau dunia.

“Itulah watak yang seharusnya dimiliki pemimpin bangsa,” katanya.

Bahkan, Jokowi mau turun langsung menjadi endorser bagi produk karya anak bangsa. Sebab, kata Hasto, di era kolaborasi dan persaingan antarbangsa terjadi sekaligus seperti saat ini memerlukan pemimpin yang bangga dan kukuh dengan identitas nasional.

Oleh karena itu Hasto menyarankan kubu Prabowo - Sandi tak segan-segan belajar dari Bos Go-Jek Nadiem Makarim, duet Iman Usman dan Belva Devara yang mendirikan RuangGuru.Com, Bos NET TV Wishnutama, serta pengusaha muda Erick Thohir.

“Mereka adalah tokoh-tokoh muda yang dengan caranya menunjuknna semangat bangga dengan Indonesia. Mari perkuat nasionalisme Indonesia, termasuk dalam era milenial saat ini,” pungkasnya.(jpg/ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Soal Iklan Petahana di Bioskop, Kubu Jokowi Sindir OK OCE


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler