Hati Ibu, Menahan Keinginan Cerai demi Kesuksesan Anak

Minggu, 22 Januari 2017 – 11:05 WIB
Hati Ibu, Menahan Keinginan Cerai demi Kesuksesan Anak. Ilustrasi Fajar/Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Setelah menunggu 20 tahun lamanya, Karin, 59, akhirnya menepati janjinya untuk menggugat cerai suaminya, Donjuan, 60.

Janji itu terkabul tatkala kedua suami istri yang tinggal di kawasan Gunung Anyar, Surabaya itu berhasil menikahkan ketiga putra-putrinya.

BACA JUGA: Kemarahan Suami yang Posisinya Digantikan Meong

Umi Hany Akasah - Radar Surabaya
-----------------------------------------------------

Baru awal Desember lalu, putri bungsu Karin menikah dengan seorang perwira.

BACA JUGA: Kian Ganas Bercinta saat Istri Menangis

Kini, pensiunan guru itu menggugat cerai suaminya di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Dengan penuh keyakinan nenek dua cucu itu yakin bila keputusan yang diambilnya itu adalah yang terbaik.

BACA JUGA: Tetanggaku Idolaku, Selingkuh Sampai Jadi Istri Siri

”Sebenarnya sudah pengen cerai 20 tahunan. Saat anak-anak masih kecil. Soalnya ada sesuatu kesalahan suami yang tidak termaafkan sampai sekarang,” kata Karin berusaha menutupi kesedihan hatinya di sela-sela gugatan cerainya, Kamis (19/1).

Bersama pengacaranya, wajah maupun sikap Karin memang tampak keibuaan.

Dia terlihat tenang dan lebih santai menjawab satu persatu pertanyaan Radar Surabaya, meskipun saat itu ’perahu’ utuh yang sudah dimilikinya selama dua dekade akan porak poranda.

Gugatan cerai itu pernah dilontarkan kala dia dan suaminya masih lumayan muda. Ya kira-kira Karin masih berusia 39 tahun, dan Donjuan 40 tahun.

Mulanya, Karin emoh membuka tabir rahasia rumah tangganya yang kini sudah di ujung tanduk.

Akan tetapi, ia ingin menyatakan sangat bahagia dan lega bisa berpisah dengan suaminya.

Diakui Karin, ada satu kesalahan suaminya yang tidak termaafkan sampai kapan pun. Dia pernah melihat suaminya berjalan dengan seorang wanita.

Sejak saat itulah, rasa cinta mulai hilang. Karin semakin merasa terpukul saat suaminya menyatakan ingin menikah lagi.

Sayangnya, keputusan itu tidak terlaksana karena penolakan dari orang tua Donjuan.

Sampai akhirnya, perempuan itu, maksudanya perempuan yang akan dinikahi Donjuan hilang, dan tidak ada kabarnya sampai saat ini.

Meski demikian, Karin tetap memendam rasa sakit hati. Berkali-kali Karin mengancam untuk menggugat cerai.

Namun, sang suami memintanya menunggu sampai anaknya sudah berkeluarga.

Itu dilakukan supaya ketiga anaknya tidak terjerumus ke hal-hal negatif.

”Kami ini keluarga yang komitmen menjaga perkembangan anak. Kami sangat ingin mereka jadi anak sukses. Alhamdulillah, meski kami berdua hanya guru, anak kami bisa jadi dokter dan dosen,” kata Karin bangga.

Tentang apa yang akan dilakukan pasca bercerai, Karin ingin mengasuh cucunya di rumah.

Sebab, anak keduanya masih ikut dengannya di rumah satunya yang juga di kawasan Gunung Anyar.

”Ngabisin waktu sama anak cucu. Ibadah juga ditingkatkan,” jelas Karin dengan bijak.

(*/opi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gengsi, Penginnya Nikah Gedean


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler