Haus Perang, Rezim Erdogan Kebut Pengiriman Pasukan ke Libya

Minggu, 29 Desember 2019 – 19:23 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: AFP

jpnn.com, ANKARA - Rezim Recep Tayyip Erdogan mengaku khawatir perang saudara di Libya bakal membuat negara itu bernasib seperti Suriah. Anehnya, solusi Turki bagi masalah tersebut adalah mengirimkan pasukan untuk ikut campur dalam konflik tersebut.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dalam rapat bersama Partai AK menyampaikan harapannya agar legislatif segera memberi lampu hijau bagi pengerahan militer ke Libya.

BACA JUGA: Ucapkan Selamat Hanukkah, Erdogan Harapkan Umat Yahudi Bahagia dan Sejahtera

"Jika Libya hari ini menjadi seperti Suriah, maka perubahan semacam itu akan merembet ke negara-negara lainnya di kawasan itu," kata Cavusoglu, Sabtu (28/12).

Pemerintah Libya yang secara internasional dikenal dengan Pemerintahan Kesepakatan Nasional (GNA) tengah berjuang menghadapi kekuatan Jenderal Khalifa Haftar yang didukung oleh Rusia, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Yordania. Dalam konflik ini Turki berpihak kepada pasukan GNA.

BACA JUGA: Presiden Erdogan Sudah Ucapkan Selamat Natal, Begini Pesannya

Cavusoglu menekankan bahwa penandatanganan perjanjian militer dan keamanan dengan Libya sangat penting. Dia pun mengaku akan bertemu dengan tiga pimpinan partai oposisi untuk membicarakan rencana tersebut.

"Kita harus melakukan langkah apapun yang diperlukan untuk mencegah Libya terbagi-bagi dan jatuh ke dalam kekacauan, dan hal inilah yang tengah kita lakukan. Kita berurusan dengan pemerintah yang resmi di sana," ujar dia di depan para politikus partai pimpinan Erdogan tersebut.

BACA JUGA: Erdogan Siap Kirim Pasukan, Libya Bisa Jadi Arena Pertempuran Turki Vs Saudi

Sebelumnya, Presiden Erdogan mengumumkan keputusan pemerintahannya meminta persetujuan parlemen untuk mengirim pasukan ke Libya dan ikut membela GNA yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Bulan lalu, pemerintah Turki menandatangani dua perjanjian berbeda dengan GNA yang dipimpin Fayez al-Serraj. Satu perjanjian mengenai kerja sama keamanan dan militer, sementara yang lainnya mengenai perbatasan maritim di sebelah timur Mediterania.

Sementara itu, terkait video yang beredar di dunia maya dengan keterangan pasukan Suriah dikirimkan oleh Turki ke Libya, GNA menyebutnya tidak benar. GNA mengatakan video yang menunjukkan sejumlah anggota militer kelelahan di samping gerbang itu direkam di provinsi Idlib, Suriah. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler