Hayo Ngaku, Siapa yang Curi TV dari Ruangan Komisi III?

Selasa, 03 Oktober 2017 – 20:55 WIB
Staf Komisi III DPRD, Haposan Manullang menunjukkan letak televisi yang hilang. Foto: PatiarManurung/MetroSiantar/jpg

jpnn.com, SIANTAR - Gedung DPRD Kota Siantar kebobolan, Senin (2/10). Sebuah televisi (tv) flat ukuran 32 inci merk Samsung digasak maling dari ruangan Komisi III.

Untuk memastikan hilangnya aset Pemko ini, Sekretaris Dewan (Sekwan) Mahadin Sitanggang mengatakan, akan terlebih dahulu melaporkan masalah ini secara resmi kepada kepolisian.

BACA JUGA: Khoiri Tertangkap, Lihat itu Fotonya

“Kita pasti akan melaporkan ini kepada polisi sembari nanti kita akan mencari tahu dari orang-orang yang bekerja disini (DPRD-red). Mana tahu sedang diservis,” jelasnya seperti dilansir Metro Siantar (Jawa Pos Group), Senin (2/10).

Sesuai laporan yang diterima dari staf ahli Komisi III DPRD, kata Mahadin Sitanggang, ada hal aneh dengan hilangnya televesi tersebut, karena pintu masuk ke gedung itu tidak ada yang rusak atau menunjukkan kalau pintu dibongkar oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

BACA JUGA: Bobol Rumah Warga, Arbani Curi Ijazah dan Akta

“Tidak ada tanda-tanda pengrusakan pintu ataupun jendela. Makanya kita tidak tahu siapa yang masuk kesana,” jelasnya.

Untuk kondisi ini, Mahadin Sitanggang berjanji akan memperketat pengamanan yang melibatkan Satpol PP, dan tidak menutup kemungkinan membuat daftar tamu lengkap dengan identitas dan maksud tujuan datang ke DPRD.

BACA JUGA: Masih Remaja Sudah Jadi Spesialis Bobol Rumah Kosong

“Itu akan kita pikirkan nanti. Memang ke kantor DPRD itu siapa saja bisa bebas datang,” katanya.

Sementara, staf Komisi III DPRD Haposan Manullang mengaku, cukup aneh dengan hilangnya televisi tersebut. Pasalnya, selain pintu dan jendela tidak ada yang terlihat rusak, proses pengambilan televisi itu juga mengundang pra duga kalau pelakunya bisa saja orang dalam.

Sebab, televisi tersebut tergantung di dinding dengan penguncian yang cukup sulit atau butuh waktu banyak untuk melepaskannya semua. Menurut prediksi dari Haposan Manullang, televisi hilang dari ruang komisi III DPRD, Selasa (26/9).

Saat itu, gedung DPRD Kota Pematangsiantar terbilang sepi karena ketika itu seluruh DPRD sedang berada Bali dalam urusan Kunjungan Kerja. Dan, hilangnya televisi tersebut diketahui besok harinya yaitu Rabu melalui staf persidangan.

“Kabar itu saya dapatkan ketika mendampingi Komisi III DPRD kunjungan kerja ke Bali. Saya sendiri heran kenapa bisa hilang. Ini hal pertama kalinya. Padahal pintu tidak ada yang rusak, kaca dan jerjak jendela juga tidak ada yang rusak.

Berarti ada dugaan keterlibatan orang dalam,” kata Haposan di ruang komisi III DPRD, sembari berusaha mencari penyebab hilangnya aset tersebut.

Sementara, Kabag Umum DPRD Kota Pematangsiantar Ruskini mengetahui hilangnya televisi tersebut secara lisan.

Seharusnya, kata dia, staf komisi yang mengetahui barang-barang yang ada di komisi dibuktikan adanya KIR (Kartu Inventaris Ruangan). Dengan begitu, staf tersebut harus melaporkan secara tertulis kepada pimpinan.

“Itu tanggung jawab staf. Dia harus melaporkan secara tertulis kepada pimpinan. Nantinya, pimpinan yang akan memutuskan apakah akan dilaporkan ke polisi atau tidak,” kata Ruskini Purba ketika dijumpai sejumlah wartawan di meja kerjanya.

Untuk diketahui, hilangnya televisi itu merupakan hal pertama kali terjadi di kantor DPRD. Namun untuk helm sudah berulangkali dikeluhkan khususnya wartawan. (pam/ms)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Driver Grab Car Diciduk Polisi Gara-Gara iPhone 7+


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler