He he he, Bu Susi Rela Masuk Kolong Tempat Tidur demi Hobi

Senin, 16 Oktober 2017 – 11:49 WIB
Susi Pudjiastuti. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sudi Pudjiastuti memang tak pernah mengenyam pendidikan tinggi. Bahkan, ijazah resminya hanya sekolah menengah pertama (SMP).

Namun, pengusaha perikanan asal Pangandaran, Jawa Barat itu dikenal punya wawasan luas. Susi memiliki wawasan luas dari hobinya membaca.

BACA JUGA: Susi, Puan, Risma, Sama-sama Tertutup Peluangnya jadi Capres

“Saya dari kecil suka membaca, kalau anak sekarang kan tak hanya kertas tapi sudah elektronik. Meskipun di daerah masih banyak juga yang andalkan hard copy dan buku bacaan,” tuturnya dalam ajang Temu Pendidik Nusantara 2017 bersama Wardah di GOR Ragunan bersama seribu guru, Minggu (16/10).

Susi menambahkan, hobinya saat kecil adalah mojok di perpustakaan saat kecil. Dia tak bisa menunda buku yang dibacanya karena rasa penasarannya yang tinggi.

BACA JUGA: Nelayan Merasa Diuntungkan Kebijakan Menteri Susi

“Saya rasa tak ada satu buku di perpustakaan sekolah yang belum pernah saya baca. Tiap hari saya membaca,” ujarnya.

Susi menambahkan, kebiasaannya membaca tak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah. Padahal saat dirinya kecil, orang tuanya menerapkan jam tidur malam yang sangat disiplin.

BACA JUGA: Sayang, Popularitas Tokoh Perempuan Sebatas untuk Calon RI 2

Susi pun mencuri-curi kesempatan saat ayahnya sudah mematikan lampu kamarnya. Bahkan, dia masuk ke kolong tempat tidur demi menuntaskan buku bacaan.

“Jam sembilan malam itu lampu sudah harus mati. Saat dicek ke kamar saya kan sudah gelap. Tapi saya punya baterai (senter) sehingga saya masuk ke dalam selimut membaca supaya enggak kelihatan anak saya. Bahkan saya membaca di kolong tempat tidur, kasurnya saya tutupi guling seolah saya sudah tidur,” katanya tertawa.

Susi lantas menyebutkan berbagai majalah yang dia baca dari mulai Kuncung, Bobo, Intisari, Kho Ping Hoo hingga Api di Bukit Menoreh. Susi yakin setiap anak lahir dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

“Sebab, kalau belum selesai baca itu penasaran. Sampai sekarang saya masih sempatkan baca 10-15 artikel setiap hari,” tuturnya.

Makna pendidikan bagi Susi, adalah sebuah proses belajar terus menerus sebagai manusia hidup yang bernapas. Selama manusia masih memiliki napas, Susi menganjurkan agar selalu belajar. Jika tidak, seseorang akan ketinggalan zaman dan tak bisa bergaul.

“Pendidikan itu harus moving tak boleh stagnan. Itulah yang membentuk saya sampai sekarang ini. Bapak saya selalu memberikan saya hadiah buku-buku. Banyak kawan yang tak terlalu tahu kebiasaan saya suka membaca. Sampai buku sudah bulukan pun masih saya baca,” kata Susi.(ika/ce1/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Siapa Layak Maju Pilpres? Susi, Sri Mulyani, Puan Maharani


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler