Herman Deru Kerahkan 2 Helikopter Water Bombing untuk Pemadaman di TPA Sukawinatan

Rabu, 16 Agustus 2023 – 16:13 WIB
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru kembali turun ke lokasi kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan. Foto: dok Pemprov Sumsel

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru kembali turun ke lokasi kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan.

Kunjungan tersebut untuk meninjau dan memastikan proses pemadaman berjalan dengan lancar di lokasi kebakaran, Jalan Noerdin Panji Kecamatan Sukarami Palembang, Selasa (15/8) siang.

BACA JUGA: DLH Minta Bantuan Manggala Agni Memadamkan Kebakaran Lahan di TPA Sukawinatan Palembang

Herman Deru memerintahkan Kepala BPBD untuk menggunakan dua unit helikopter water bombing ke lokasi kebakaran untuk mempercepat proses penjinakan api.

Sebab, setelah lima hari pemadaman berlangsung, si jago merah kembali membesar.

BACA JUGA: Herman Deru Dampingi Dubes Australia dan Menteri PUPR, Tinjau Lokasi IPAL Sei Selayur

"Semalam saya tinjau, karena hari ini belum ada hujan, kami putuskan pakai helikopter water bombing. Sampai sekarang, sekitar 200 kubik lebih air yang ditumpahkan ke titik api, itu belum termasuk yang pemadaman lewat darat," jelas Herman Deru.

Herman Deru berharap, dengan diturunkannya semua kekuatan, api dapat segera padam.

"Mudah-mudahan api lekas padam dan semua yang berpotensi terbakar akan kami basahi. Ini akan terus kami pantau guna memastikan apinya tidak menyala lagi," tambahnya. 

Kendati demikian, Herman Deru masih belum dapat memastikan penyebab terjadinya kebakaran, ada unsur kesengajaan atau tidak.

"Bisa jadi karena proses alam dan ilmiah di dalamnya, sehingga meledak dan menimbulkan percikan api yang terus membesar," imbuhnya. 

TPA Sukawinatan dibuka pada 1996. Artinya, tempat tersebut sudah ada sejak 27 tahun lalu. 

Herman Deru juga mengintruksikan Wali Kota Palembang melalui Dinas Kesehatan untuk membagikan masker kepada warga sekitar kejadian.

"Saat ini para pemulung belum diizinkan masuk ke area TPA karena berbahaya bagi kesehatan mereka. Kami upayakan api benar-benar padam sehingga tidak  mencemari udara," pungkas Herman.(jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Elvi Robiatul, Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler