Herry Wirawan Divonis Seumur Hidup, Ridwan Kamil Merespons Begini

Selasa, 15 Februari 2022 – 20:10 WIB
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil. (ANTARA/HO-Humas Pemprov Jabar)

jpnn.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memberikan respons atas vonis seumur yang diberikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung untuk terdakwa pemerkosa santriwati Herry Wirawan. 

Vonis itu lebih ringan dari tuntutan JPU Kejati Jabar yang menuntut Majelis Hakim PN Bandung agar menjatuhkan hukuman mati terhadap terdakwa pemerkosa santriwati Herry Wirawan

BACA JUGA: Herry Wirawan, Terdakwa Pemerkosa Santriwati Divonis Penjara Seumur Hidup

Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, berharap JPU Kejati Jabar melakukan upaya hukum maksimal seusai Majelis Hakim PN Bandung menjatuhkan vonis seumur hidup untuk Herry Wirawan tersebut. 

“Tentu, kan, itu dari jaksa yang dipenuhi sebegitu. Jadi, ya, belum sesuai tuntutan jaksa, mudah-mudahan jaksa ada upaya-upaya hukum lagi, sehingga dimaksimalkan lagi seperti yang dituntut oleh jaksa (vonis hukuman mati, Red)," kata Ridwan Kamil di Kota Bandung, Jabar, Selasa (15/2). 

BACA JUGA: Herry Wirawan Bebas dari Hukuman Kebiri, Begini Alasan Hakim

Terkait putusan hakim yang menyatakan biaya ganti rugi anak korban rudapaksa Herry Wirawan dibebankan atau ditanggung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ridwan Kamil menuturkan pada dasarnya Pemprov Jabar memiliki program perlindungan kepada anak-anak. 

Program itu, kata dia, berada di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jabar. 

BACA JUGA: 3 Jenderal NII Disikat Polisi, Ridwan Kamil Berkata Begini

"Masa depan anak-anak ini harus diselamatkan. Jadi, sudah disiapkan semua perlindungan, bantuan, sehingga mereka bisa mandiri sesuai dengan cita-citanya, kemudian berkeluarga," kata dia.

Ridwan Kamil mengatakan Pemprov Jabar juga akan terus memantau perkembangan psikologis anak korban rudapaksa Herry Wirawan, agar tidak ada trauma saat menjalani hidup selanjutnya.

"Jadi, kami akan antar sepanjang perjalanannya supaya mereka tidak memiliki trauma-trauma psikologis yang bisa membuat mereka tidak menjadi manusia yang seutuhnya," kata Ridwan Kamil. (antara/jpnn) 


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler