Heru Budi Tak Mau Lanjutkan Program Anies, Mahal, Pemprov Tak Sanggup

Selasa, 27 Juni 2023 – 17:26 WIB
Pj Gubernur DKI jakarta Heru Budi Hartono soal telepon dari Ganjar Pranowo. Foto: ANTARA/Bayu Prasetyo

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak melanjutkan pembangunan proyek pengolahan sampah Itermediate Treatment Facility (ITF) di wilayah Sunter, Jakarta Utara.

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan pihaknya tidak melanjutkan program ini karena anggaran yang besar.

BACA JUGA: Akhirnya, Pabrik Semen Beli Bahan Bakar Alternatif Olahan Sampah TPST Bantargebang

"Kami enggak sanggup anggarannya," kata Heru di TPST Bantargebang, Bekasi, Selasa (27/6).

Heru menyatakan pihaknya ingin menggunakan konsep refuse derived fuel (RDF).

BACA JUGA: Ternyata Sampah Plastik Low-Value Malah Menguntungkan Pemulung 

“Iya, kami harapkan menggunakan konsep RDF," jelas dia.

Menurut Heru, untuk membangun satu ITF membutuhkan investasi bisa lebih dari Rp 5 triliun.

BACA JUGA: Berkomitmen Peduli Lingkungan, Pegadaian Luncurkan Aplikasi Digital Bank Sampah

“Pemda DKI bukan tidak mau, semua konsep itu bagus, ITF bagus, RDF bagus, tetapi sekali lagi Pemda DKI tidak mampu membayar tipping fee,” kata dia.

Sebagai gantinya, mereka akan membangun dua fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plants di Rorotan dan Pegadungan pada 2024.

Refuse Derived Fuel atau RDF adalah hasil pemisahan sampah padat perkotaan antara fraksi yang mudah terbakar dengan yang sulit terbakar. RDF berasal dari sampah yang mudah terbakar dan memiliki nilai kalor tinggi, seperti plastik, kertas, kain, dan karet atau kulit.

“Pembangunan RDF Rorotan dan Pegadungan di 2024 bersama dengan PLN,” tuturnya.

Adapun, ITF Sunter adalah program sejak era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pemprov DKI Jakarta bahkan sudah melakukan groundbreaking fasilitas pengolahan sampah itu pada 20 Desember 2018 silam.

ITF Sunter ini disebut Anies berfungsi untuk mengurangi beban sampah yang ada di TPST Bantargebang dan juga penghasil tenaga listrik.

Proyek ini pun disebut-sebut sebagai salah satu tempat pengolahan sampah terbesar di dunia karena mampu mengolah 2.200 ton sampah. (mcr4/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hari Lingkungan Hidup, Pegadaian Luncurkan Aplikasi Digital Bank Sampah


Redaktur : Fathan Sinaga
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler