Hidup Melajang Bebas Stres, Masa sih?

Kamis, 06 April 2017 – 23:38 WIB
Ilustrasi stres. Foto: WorktoLive.com

jpnn.com - Kehidupan kaum lajang sering dianggap lebih bebas stres ketimbang mereka yang sudah berkeluarga. Namun stereotipe itu tampaknya sudah harus dikoreksi.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa secara biologis, kadar hormon stres pada orang yang sudah menikah justru lebih rendah daripada yang belum.

BACA JUGA: Sama-sama Merasa Kesepian, Akhirnya...

Para peneliti menguji kadar kortisol atau hormon stres pada 572 pria dan wanita sehat berusia 21 tahun sampai 55 tahun.

Mereka menemukan individu yang menikah, secara konsisten memiliki kadar kortisol lebih rendah daripada orang yang tidak pernah menikah atau yang telah bercerai.

BACA JUGA: Sudah di Depan Penghulu, Ijab Kabul Batal

"Temuan kami memberikan wawasan mengenai bagaimana hubungan sosial berdampak pada kesehatan fisik," kata penulis utama studi, Brian Chin, seperti dilansir laman Lifescript, Rabu (5/4).

"Kami tidak bisa menarik kesimpulan yang kuat dari penelitian kami tentang bagaimana hal ini terjadi, tapi kami mampu membuat beberapa dugaan berdasarkan penelitian sebelumnya," jelas Chin.

BACA JUGA: Stres? Coba deh Konsumsi 6 Makanan ini

Menurutnya, hasil ini bisa saja muncul karena orang yang telah menikah memiliki akses yang lebih baik ke perawatan kesehatan daripada mereka yang single.

Asuransi kesehatan pasangan suami istri memang biasanya memberikan fasilitas yang lebih baik. Selain itu, pasangan suami istri juga sewajarnya punya dana lebih besar untuk pelayanan kesehatan.

Telah menikah mungkin juga membantu mendorong orang untuk memiliki gaya hidup yang sehat atau menghindari perilaku yang bisa menyebabkan penyakit seperti merokok atau minum berlebihan.

Untuk menilai tingkat stres berdasarkan status perkawinan, Chin dan rekannya mengumpulkan beberapa sampel kortisol sepanjang hari dari setiap peserta pada tiga hari terpisah.

Ada 292 orang yang tidak pernah menikah, rata-rata berusia sekitar 29 tahun dibandingkan dengan 160 orang menikah dalam usia rata-rata 40 tahun.

Selain melihat tingkat kortisol secara keseluruhan, para peneliti juga menganalisis fluktuasi kadar kortisol partisipan sepanjang hari.

Biasanya, kadar kortisol berada dipuncak ketika seseorang bangun dan menurun sepanjang hari, tim peneliti menulis dalam Psychoneuroendocrinology.

Orang yang menikah dalam studi ini justru memiliki tingkat kortisol terendah pada siang hari, pola yang terkait dengan manfaat kesehatan termasuk risiko lebih rendah dari penyakit jantung dan kelangsungan hidup lebih lama di antara pasien kanker.

Hal ini mungkin terjadi karena mereka lebih puas dengan hubungan mereka dan tidak memiliki jenis stres yang terkait dengan berada dalam hubungan yang buruk atau tidak menikah.

"Penelitian ini menarik karena kita tahu menikah telah dikaitkan dengan kesehatan yang lebih baik, tapi kami tidak tahu mengapa hubungan ini terjadi," kata Kira Birditt, seorang peneliti di University of Michigan di Ann Arbor yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

"Kortisol adalah ukuran dari respon stres dan bisa memberikan wawasan menarik tentang bagaimana suatu hubungan pernikahan memengaruhi kesehatan," pungkas Birditt.(fny/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kenali 6 Tanda Tubuh Sedang Stres


Redaktur : Adil
Reporter : Adil, Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Stres   Menikah  

Terpopuler