Hiii..Takut! Hilang di Air Terjun, ABG Diduga Diculik Setan

Dicari Pakai Gong dan Gendang

Selasa, 01 September 2015 – 06:13 WIB
Upaya pencarian korban. Foto: dok/timorekspress

jpnn.com - BORONG - Warga di kawasan air terjun Cunca Ngkuang, Wae Reca, Desa Bangka Kantar Kecamatan Borong, Manggarai Timur, NTT, Minggu (30/8) kemarin gempar. 

Seorang pengunjung hilang dan diduga tenggelam. Hingga Senin (31/8) pukul 14.30 Wita belum juga ditemukan. Dia adalah Emanuel Beda (16), warga Wodo Desa Compang Loni Kecamatan Rana Mese, yang masih mengenyam pendidikan sebagai siswa kelas X SMK swasta Cinta Damai. 

BACA JUGA: Heboh! Orok Bayi Mengapung di Sungai

Warga setempat dibantu tenaga penyelam dari nelayan Borong, anggota Pol PP Matim dan anggota Koramil telah melakukan pencarian. Pencarian dilakukan tepat di bawah air terjun, di mana korban dilaporkan tenggelam. 

Pantauan Timor Express (Grup JPNN), Senin (31/8), sebelum dilakukan pencarian, dilakukan upacara adat untuk meminta izin kepada penghuni air terjun Cunca Ngkuang. Upaya itu juga tidak berhasil dan dilanjutkan acara pemukulan alat musik gong dan gendang. Itu dilakukan karena muncul kecurigaan, korban hilang diculik oleh setan di lokasi. Apalagi, lokasinya dikelilingi tebing dan hutan.

BACA JUGA: Pasar Malam Dibubarkan Polisi

Guru pendamping SMK Cinta Damai, Heribertus Bon membenarkan, korban yang dikabarkan hilang itu salah satu siswa SMK Cinta Damai. Mereka datang di lokasi air terjun Cunca Ngkuang dengan jumlah siswa sebanyak 33 orang, di mana dari kelas X sebanyak 18 orang dan kelas XI sebanyak 15 orang. Semua dari jurusan kepariwisataan dan didampingi lima orang guru.

"Tiba di lokasi sekira pukul 11.30 Wita dan sebagian dari siswa langsung berenang. Sekira pukul 13.30 Wita, semua siswa berkumpul untuk makan dan ternyata dari jumlah 18 siswa kelas X, korban tidak tampak. Sementara tas, baju, sepatu dan handphone korban masih ada,” bebernya.

BACA JUGA: Dituding tak Punya Izin, Ini Pembelaan Pengelola San Diego Hills

Heribertus menjelaskan, sejak dikabarkan hilang, para guru dan siswa mencarinya, tapi hasilnya nihil. Setelah itu, para guru berinisiatif untuk menghubungi orang pintar alias dukun yang tinggal di Kampung Mondo Desa Bangka Kantar. 

Petunjuk dari dukun bahwa korban tenggelam di dalam kolam di bawah air terjun Cunca Ngkuang. Warga dari Mondo pun turut berupaya mencari korban dengan menyelam. Penyelam dari nelayan Borong turut ambil bagian dalam proses pencarian, tapi tetap tidak ditemukan.

"Tadi malam (Minggu malam) kami dengan warga tidur di TKP. Mereka selam dengan peralatan seadaanya. Ini hari juga kita sudah lakukan ritual adat, tetapi belum juga menemukan korban," tuturnya.

Dikatakannya, peristiwa hilangnya korban masih misterius, di mana tidak diketahui secara pasti oleh guru maupun siswa, apakah dia tenggelam atau menghilang seperti diculik orang. Seperti yang diceritakan warga sekitar, kemungkinan dia diculik makhluk halus di sekitar TKP. 

"Kita memang tidak tahu, kita mau katakan korban tenggelam juga tidak bisa soalnya korban tiba-tiba hilang saja. Patut diduga, dia tenggelam karena dia ikut mandi. Apalagi pakaian, sepatu dan HP masih ada. Ada juga warga yang menduga jangan sampai korban diculik setan," sebutnya. 

Dia menambahkan, kunjungan siswa ke air terjun Cunca Ngkuang bukan untuk berekreasi, tetapi karena program pelajaran berupa perjalanan wisata. Sehingga, di sana para siswa wajib untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata. Peristiwa itu telah dilaporkan ke pihak kepolisian setempat. 

Sementara, dua penyelam dari nelayan Borong, Jafar dan Feri Manis mengatakan, kedalaman kolam di bawah air terjun Cunca Ngkuang mencapai 12 meter. Diduga, korban masuk dan tersangkut di bebatuan di bawah air, sehingga sulit ditemukan keberadaannya. Apalagi, permukaan kolam dikelilingi tebing yang tinggi, sehingga kondisi dasar air gelap. 

"Di dasarnya ada banyak akar dan batu besar. Juga ada gua kecil, sehingga kita sulit temukan korban. Jika pencarian menggunakan alat seadanya tidak menggunakan alat khusus atau alat bantu penyelam, memang berbahaya," katanya. (krf3/ays)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Satgas Perbatasan Santuni Panti Asuhan di Papua


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler