HIPPA Ajak Masyarakat Maksimalkan Air Sungai Bengawan Solo

Senin, 09 April 2018 – 13:07 WIB
Pompa untuk menyedot air dari Sungai Bengawan Solo. Foto: HIPPA Tirtotinoto

jpnn.com, TUBAN - Himpunan Petani Pemakai Air atau HIPPA Tirtotinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengajak masyarakat di sekitar Sungai Bengawan Solo untuk memanfaatkan air sungai itu dengan maksimal.

Sebab, Sungai Bengawan Solo tidak pernah mengalami kekeringan, termasuk saat musim kemarau.

BACA JUGA: Mayat Bayi Terapung di Bengawan Solo

Karena itu, warga bisa memanfaatkan air sungai untuk bermacam kebutuhan.

Misalnya, memenuhi kebutuhan rumah tangga, irigasi pertanian, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Dua Ribu Hektare Sawah Hancur

"Sebagai penyedia air irigasi pertanian, selain telah dibangun waduk seperti Waduk Gajah Mungkur yang mampu menyediakan air bagi lahan seluas 8.800 hektare, juga telah dimanfaatkan beberapa kelompok tani dengan cara menyedot menggunakan mesin pompa kapasitas besar," terang Ketua HIPPA Tirtotinoto Kasadi, Senin (9/4).

Kasadi menambahkan, HIPPA Tirtotinoto sudah bisa memindahkan sebagian air sungai itu ke lahan petani di daerah tersebut.

BACA JUGA: Banjir Meluap ke Sekolah, Siswa Pindah ke Musala

"Memberikan kemakmuran pada ratusan petani karena indeks pertanaman (IP) meningkat. Luas lahan yang bisa terairi mencapai lebih dari 500 hektare. Yang awalnya lahan tersebut hanya satu atau dua kali tanam menjadi dua sampai tiga kali tanam. Produktivitas pun meningkat karena air mencukupi untuk pertumbuhan tanaman," ucap Kasadi.

Meniru keberhasilan HIPPA Tirtotinoto, Ketua Gapoktan Truni Makmur Abdul Hadi menerapkannya di Desa Truni, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Melalui bantuan pemerintah, gapoktan itu sudah bisa membangun rumah pompa di pinggir Sungai Bengawan Solo.

Dilengkapi dengan pompa besar ukuran delapan inchi, alat itu mampu menyedot air hingga 15 ribu liter per menit.

Pompa itu disambungkan dengan pipa besar untuk terhubung ke saluran air menuju lahan sawah petani.

Saluran ini akan mampu memberikan pengairan pada area seluas 400 hektare.

"Kiranya pompanisasi ini perlu dicontoh oleh daerah-daerah lainnya, khususnya yang memiliki lahan yang sering kekeringan padahal berada di pinggir sungai yang tak pernah kering," jelas Abdul Hadi. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Banjir, Delapan Sekolah Terpaksa Diliburkan


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler