HNW: Mereka Mengedepankan Kebersamaan, Bukan Sikap Menang Sendiri dan Angkuh

Sabtu, 24 Oktober 2020 – 21:14 WIB
Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA. Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI.

Dia mengatakan bahwa berbagai peristiwa kelam dalam sejarah perjalanan bangsa hingga kini telah membuktikan, persatuan tetap diutamakan sehingga NKRI tetap utuh hingga saat ini.

BACA JUGA: Lestari MPR Dorong Sosialisasi Berskala Nasional untuk Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Soal Kanker

Ustaz Hidayat juga mengatakan, generasi muda harus paham tentang adanya perjuangan keras di balik kuatnya persatuan hingga terbentuknya NKRI oleh para tokoh pendiri bangsa. Hal itu tidak terlepas dari implementasi etika, akhlak, moralitas yang begitu luar biasa dicontohkan para tokoh bangsa.

“Begitu besarnya keberagaman yang ada, tetapi tidak tidak satu pun dari mereka yang menunjukkan sifat mau menang sendiri, angkuh, tidak mau musyawarah," ucap Hidayat dalam acara Temu Tokoh Nasional/ Kebangsaan kerja sama MPR dengan Garuda Keadilan Sumatera Barat, di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (24/10).

BACA JUGA: Baru Terima Royalti Penjualan Buku, Prof Jimly: Kasihan Para Penulis

Padahal, lanjut Pimpinan MPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, para tokoh pendiri bangsa masa itu berasal dari suku, dan daerah yang berbeda. Bahkan, agama dan kepercayaannya pun tidak sama. Namun, mereka bisa bersatu demi memperjuangkan kemerdekaan.

“Yang dimunculkan oleh mereka adalah kebersamaan, saling mengisi dengan satu tujuan Indonesia merdeka,” kata legislator Dapil DKI Jakarta ini dalam acara yang berlangsung secara virtual itu.

BACA JUGA: Saran Kapitra untuk Jokowi Agar Jumlah Korban Tidak Bertambah Lagi

Dalam acara yang mengusung tema ‘Peran Pemuda Dalam Memperkuat Demokrasi dan NKRI’ tersebut dihadiri anggota Garuda Keadilan, para tokoh dan masyarakat di Sumbar.

HNW juga menyampaikan bahwa keunggulan-keunggulan yang ada pada diri pribadi masing-masing tokoh bangsa tidak lantas menjadi sesuatu yang diperdebatkan. Malah disatukan dan dijadikan kekuatan besar untuk mencapai tujuan mulia bersama.

"Mereka benar-benar memberikan teladan bagaimana mengedepankan etika dan akhlak yang mulia," ucap politikus kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 8 April 1960 ini.

Bagi HNW, keteladanan para tokoh bangsa itu sangat hebat. Karena itu, rakyat Indonesia saat ini mesti menghormati jasa para pendiri bangsa secara bersungguh-sungguh.

"Bayangkan, di era saat itu yang serba terbatas, serba kekurangan dan penuh kesederhanaan, mereka bisa. Dan hasilnya adalah NKRI yang kita nikmati sekarang ini," jelas HNW.

Dia mengatakan bahwa seharusnya bangsa Indonesia yang hidup di era modern, di mana semuanya serba ada, serba mudah harus lebih beretika, lebih kuat, lebih semangat menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara guna mengisi kemerdekaan.

Hal itu menurutnya menjadi penting karena jika nilai-nilai yang dicontohkan para tokoh bangsa itu tidak dilakukan, maka Indonesia tidak akan berumur panjang.

"Lihat saja Uni Soviet, negara adidaya dengan segala kelebihannya bisa pecah dan hancur sebab tidak ada nilai-nilai mempersatukan seperti yang dimiliki Indonesia," tegas HNW.

Untuk itu, dia mengajak agar para tokoh dan generasi muda Indonesia untuk bangkit. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan gemar mendalami nilai-nilai luhur bangsa, sejarah Indonesia dan para tokohnya. Selanjutnya, mulailah bergerak, berinovasi memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara.(jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler