Holding Tambang Dibentuk 2017, Inalum Jadi Induk

Selasa, 28 Maret 2017 – 02:53 WIB
Ilustrasi. Foto: Jawa Pos/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Induk usaha (holding) sektor pertambangan dipastikan akan terbentuk tahun ini.

Badan usaha milik negara (BUMN) yang ditunjuk sebagai induk adalah PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) alias Inalum.

BACA JUGA: PT PP Sabet 12 Proyek Baru

Sementara itu, tiga BUMN lain yang berada di bawah Inalum adalah PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, dan PT Timah (Persero) Tbk.

Alasan penunjukan Inalum sebagai induk holding karena seratus persen sahamnya masih dimiliki oleh pemerintah.

BACA JUGA: Pemerintah Siapkan Inalum untuk Kuasai Saham Freeport

Selain itu, Inalum nantinya akan menguasai 65 persen saham Antam.

Inalum juga akan menguasai 65,02 persen saham Bukit Asam dan Timah (65 persen)

BACA JUGA: Alumni WMM Jadi Mentor di Rumah Kreatif BUMN

Di dalamnya masing-masing terdapat satu saham seri A milik pemerintah.

Sesuai dengan peta jalan BUMN 2015-2019, pembentukan holding BUMN Tambang dimaksudkan agar dapat menguasai cadangan dan sumber daya mineral dan batu bara.

Selain itu, juga untuk menjalankan program hilirisasi dan peningkatan kandungan lokal, serta menjadi salah satu perusahaan kelas dunia.

Deputi BUMN Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Fajar Harry Sampurno mengatakan, pembentukan holding ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemasukan negara dari pajak, royalti, dan dividen.

Saat ini, kata Fajar, total aset, liabilitas, dan ekuitas dari perusahaan-perusahaan tadi adalah Rp 106 triliun, Rp 24 triliun, dan Rp 82 triliun.

Selanjutnya, perusahaan gabungan itu akan membangun industri tambang hulu ke hilir, mengurangi impor bahan baku industri, serta meningkatkan nilai tambahnya.

Inalum, misalnya, akan fokus meningkatkan produksi alumunium dari 240 ribu ton per tahun menjadi 500 ribu ton pada tahun 2021.

Inalum juga akan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai USD 3 miliar atau sekitar Rp 39,9 triliun sampai 2021.

"Ini bukan hanya pakai dana Inalum, tetapi kami juga pakai dana luar, pinjaman dan penerbitan obligasi," ujar Direktur Keuangan Inalum Oggy Achmad Kosasih. (ers)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 8 Anak Usaha BUMN Segera Lakukan IPO


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Inalum   BUMN  

Terpopuler