Homestay Desa Wisata Pentingsari Segera Berstandar Dunia

Senin, 04 September 2017 – 01:27 WIB
Homestay desa wisata. Foto: JPG

jpnn.com, SLEMAN - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman terus berupaya meningkatkan layanan, khususnya pengelolaan homestay.

Ketua Pokdarwis Pentingsari Doto Yogantoro mengatakan, layanan 55 homestay terus digenjot agar berstandar dunia.

BACA JUGA: Target 20 Juta Wisman, Bangun 1.000 Homestay

Salah satu langkahnya adalah dengan mengikuti workshop standardisasi layanan terkait online marketing, leadership, dan team building yang difasilitasi Bank Central Asia (BCA) belum lama ini.

“Hal ini penting agar Pentingsari bisa menjadi wisata unggulan,” terang Doto.

BACA JUGA: BCA Pastikan Pelayanan di Kantor Kas Seluruh Indonesia Bakal Kembali Normal

Dia menambahkan, workshop itu tidak hanya berkutat dengan materi. Agenda itu juga dilakukan secara kontinu.

“Selama tiga bulan nanti ada tim yang menilai tanpa diketahui pengelola. Mereka akan menilai ada tidak peningkatan layanan usai workshop,” ujar Doto.

BACA JUGA: 5.700 ATM Terganggu, Presdir BCA Minta Maaf

Hasil penilaian akan dibeber pada Desember mendatang. Penilaian meliputi beberapa aspek.

Misalnya, pelayanan, kebersihan, kerapian sarana dan prasarana, serta makanan yang disajikan.

“Jadi, penilaian tidak hanya fisiknya, tetapi juga pelayanannya. Bagaimana pengelola menghadapi tamu atau pemesan juga termasuk yang dinilai,” terang Doto.

Di sisi lain, Kepala BCA Kantor Cabang Utama (KCU) Jogjakarta Saswito Tjoe mengatakan, workshop tersebut dilakukan melalui corporate social responsibility (CSR) bagi desa binaan.

Workshop bertujuan memfasilitasi pembinaan dan pemberdayaan komunitas lokal, khususnya pengelola homestay Desa Wisata Pentingsari.

“Kami ingin pembinaan ini menjadi pedoman dalam menghadirkan pelayanan yang unggul kepada wisatawan,” kata Saswito.

Menurut Saswito, homestay harus dikelola secara profesional karena Jogjakarta merupakan destinasi favorit wisatawan domestik dan mancanegara.

“Kunjungan wisata ke sini juga cukup banyak. Terbukti,  pendapatan atau omzetnya tembus hingga Rp 2 miliar per tahunnya,” ujar Saswito.

Sementara itu, Executive Vice President BCA Inge Setiawati mengatakan, pengelola homestay harus memberi layanan ekstramaksimal agar tamu bersedia menjadi repeater.

“Fasilitas penunjang juga harus dibenahi agar keunggulan wisata alamnya sejalan dengan kelebihan layanan dari masyarakat. Dukungan ini juga agar pendapatan masyarakat bisa bertambah," kata Inge.

Inge menjelaskan, perseroan akan memberikan bantuan edukasi, pendampingan, dan evaluasi.

Salah satu bank raksasa Indonesia itu juga akan memberikan apresiasi setelah penilaian.

Tak hanya itu, pemilik homestay juga mendapat bantuan alat kebersihan.

Sedangkan dana pengembangan sebesar Rp 2,5-10 juta tidak diberikan secara langsung kepada pemilik.

Inge mengatakan, dana pengembangan akan diberikan sesuai rencana anggaran yang dibuat pemilik bersama para pengelola.

"Kami akan membentuk tim penilai yang menentukan pemilik homestay terbaik di setiap kategori. Tim juga akan memberi apresiasi bagi pemilik yang paling banyak melakukan perubahan,” kata Inge. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Penyebab Ribuan ATM Offline Akhir Pekan Kemarin


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler