HT Terjun ke Politik, Grup MNC Jeblok, nih Datanya

Senin, 11 April 2016 – 08:36 WIB
Hary Tanoesoedibjo. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Grup MNC, perusahaan induk investasi yang dipimpin Hary Tanoesoedibjo (HT), mencatatkan rugi bersih Rp 863 miliar sepanjang 2015. 

Laporan keuangan PT MNC Investama Tbk (BHIT) setahun penuh pada 2015 mencatatkan jumlah pendapatan bersih Rp 12,21 triliun atau turun 1,7 persen dibandingkan 2014. 

BACA JUGA: Keren, Menteri BUMN Ethiopia Belajar Industri Ferry ke ASDP

Kontribusi pendapatan dari bisnis media sebenarnya meningkat menjadi Rp 10,398 triliun.

Kontribusi dari bisnis lembaga keuangan juga menanjak menjadi Rp 1,230 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Hanya, terjadi penyusutan pendapatan lainnya dari Rp 1,193 triliun pada 2014 menjadi Rp 581,952 miliar pada 2015. 

BACA JUGA: Penjualan Daihatsu Anjlok

Padahal, terjadi peningkatan pada beban langsung, beban umum dan administrasi, serta beban keuangan. Ditambah lagi rugi kurs bersih Rp 1,406 triliun dibandingkan Rp 340,567 miliar pada tahun sebelumnya.

Hasilnya, perusahaan induk bidang investasi milik Grup MNC tersebut menderita rugi bersih Rp 863,821 miliar sepanjang 2015. 

BACA JUGA: Surya Paloh: Lindungi Lahan Pertanian dari Alih Fungsi

Pada tahun sebelumnya, BHIT mencatatkan laba bersih Rp 193,123 miliar. Nasib PT Global Mediacom Tbk (BMTR) tidak lebih baik. 

Holding bisnis media Grup MNC itu mencatatkan pendapatan Rp 10,572 triliun tahun lalu atau turun 0,7 persen dibandingkan 2014. Pada saat yang sama, segala beban melonjak dan ada kenaikan rugi selisih kurs.

Akibatnya, laba bersih anjlok 92,5 persen menjadi Rp 52,178 miliar pada 2015 dibandingkan Rp 702,919 miliar pada 2014. Penurunan kinerja BMTR sejalan dengan berkurangnya pendapatan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang merupakan kontributor terbesar terhadap bisnis media Grup MNC. 

Perusahaan yang juga dipimpin HT sebagai presiden direktur itu mencatatkan pendapatan usaha Rp 6,444 triliun atau turun 3,3 persen dibandingkan Rp 6,665 triliun pada tahun sebelumnya.

Di luar kinerja fundamental, saham Grup MNC juga sangat sensitif setelah HT terjun langsung dengan mendirikan partai politik. 

’’Yang lebih terasa, pergerakan sahamnya dengan aksi HT di panggung politik,’’ kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo kemarin. 

Setelah HT banyak terlibat di politik, kata Satrio, fokus di perusahaannya terlihat memang berkurang. Akhirnya, kinerja bisnisnya menurun. (gen/c15/oki)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kadin Nilai OP Tanjungpriok tak Serius Revisi Tarif Progresif


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler