Ibu dan Bayi Berstatus PDP Corona Meninggal, Innalillahi

Kamis, 28 Mei 2020 – 12:39 WIB
Ilustrasi ODP dan PDP Corona. Foto: Radar Solo

jpnn.com, BOGOR - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Bogor yang meninggal kembali terjadi.

Seorang ibu warga Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor dan anak yang baru dilahirkannya, harus mengembuskan napas terakhir dengan status PDP, Rabu (27/5).

BACA JUGA: Seorang Jemaah Tablig Asal Lebak Positif Corona

Seharusnya kemarin menjadi hari yang bahagia bagi ibu muda asal Cigudeg ini. Meski dalam keadaan sakit dan berstatus PDP, perempuan berusia 19 tahun itu mampu bertahan dan melahirkan bayi mungilnya. Namun, takdir berkata lain, nyawa ibu dan anak itu tak bisa terselamatkan.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah menjelaskan, perempuan malang itu meninggal lantaran punya penyakit penyerta yang sudah parah.

BACA JUGA: Dokter Tirta Bela Jokowi soal Berdamai dengan Corona

Ia dilarikan ke rumah sakit sudah dalam kondisi keadaan kejang-kejang.

“Berdasarkan hasil rontgen, menurut dokter spesialis paru, ibunya menderita pneumonia dan uden paru. Sementara berdasarkan dokter spesialis jantung, pasien juga mengalami bengkak di jantungnya,” ujarnya.

BACA JUGA: Gegara Handphone Hilang Ayah Bakar Anak, Tragis Banget

Ipah -sapaannya-, membenarkan bahwa anak pasien juga telah meninggal pada saat dilahirkan. Nyawa ibunya juga sudah tak bisa diselamatkan lantaran penyakit penyertanya yang tergolong parah.

Kasus keduanya ini, menambah daftar panjang PDP yang meninggal di Kabupaten Bogor, yang hingga Rabu (27/5/2020) sudah berada di angka 93 orang.

Jumlah ini jauh lebih banyak dibanding pasien yang meninggal setelah terkonfirmasi Positif Covid-19, yakni 13 orang.

“Selain kasus dua PDP meninggal, ada tambahan satu kasus positif baru dengan status meninggal dunia, laki-laki 42 tahun asal Ciomas,” tambahnya.

Kasus kematian pada bayi ini, semakin menguatkan bahwa corona sangat mengancam anak-anak yang baru lahir.

Beberapa kasus bayi yang meninggal memang hanya berselang satu atau dua hari dari waktu kelahirannya. Mereka pun memiliki gejala penyakit yang berhubungan dengan pernapasan, baik asfiksi maupun pneumonia.

Persentase kesembuhan bayi juga terbilang kecil. Di antara kasus-kasus Covid-19 yang menimpa anak-anak, baru satu bayi yang berhasil sembuh. Bayi itu berusia tiga bulan dan berasal dari Kecamatan Cibinong.

Bayi itu sempat dinyatakan positif Covid-19. Namun, selang sebulan bayi itu telah dinyatakan sehat dan bisa berkumpuk kembali bersama keluarganya.

“Malah, bayi (Cibinong) jarang dibawa keluar, tetapi bapaknya pernah bepergian keluar daerah. Keluarga yang kontak erat dengan bayi tersebut juga sudah di-swab test dan hasilnya negatif,” ucapnya.

Dengan adanya kejadian itu, Pemkab Bogor pun telah memperpanjang kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga Jumat besok (29/5). (mam/d/radarbogor)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler