Ibu Desy, Menjadikan Matematika Bukan Pelajaran Horor

Selasa, 25 Oktober 2016 – 00:07 WIB
Bu Desy bersama siswa-siswi, serasa kembali muda. Foto: WAHYU RAMADHAN/ Radar Banjarmasin/JPNN

jpnn.com - DESY Arnita Dewi. Siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Banjarmasin memanggilnya Ibu Desy.

Ia merupakan salah satu calon guru favorit 2016 yang digelar oleh Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group).

BACA JUGA: Dulu Dicekoki, Kini Dijuluki Gadis Robusta

Kesehariannya, ibu tiga anak ini mengajar mata pelajaran Matematika di kelas XI dan XII MIA, MAN 2 Model Banjarmasin.

-----

BACA JUGA: Pengin si Mantan Kembali Menatap? Rasakan Pedasnya Terjebak Nostalgia

Dalam setiap membawakan mata pelajaran tersebut, ia menerapkan metode yang cukup unik. 

Yaitu, dengan cara penyampaian melalui IT (Ilmu Teknologi). 

BACA JUGA: Perjuangan Seorang Ibu Demi Menyekolahkan Anaknya

Contohnya, menggunakan game berbasis Matematika. Hal itu ia lakukan, agar para siswa-siswinya tak jenuh serta gampang memahami Matematika.

"Matematika, salah satu mata pelajaran yang dirasakan para siswa kurang menyenangkan. Oleh karena itu, saya menggunakan cara yang lain agar Matematika lebih enak untuk diterima. Sehingga kesannya pun bukan menjadi mata pelajaran yang horor, justru sebaliknya Matematika menjadi mata pelajaran yang paling disenangi di kalangan para siswa-siswi," jelasnya.

Selain dengan game, ada satu cara lagi yang ia lakukan. Guru yang juga menjadi wali kelas XII MIA MAN 2 Model ini juga melakukan beragam terobosan baru. 

Yaitu, dengan cara melakukan variasi serta berinovasi dalam menyampaikan materinya. 

Yang paling sering ia lakukan, mengaitkan pelajaran Matematika dengan lingkungan.

"Namanya Matematika Hijau. Dalam hal ini, siswa-siswi tak hanya diajarkan semua hal tentang Matematika. Tapi juga meningkatkan sikap cinta lingkungan pada siswa-siswi MAN 2 Model Banjarmasin," ungkapnya.

Menjadikan  isu-isu lingkungan sebagai media utama pembelajaran Matematika, menjadi pilihan ibu guru yang satu ini. 

Ia mengajarkan Matematika melalui bentuk penelitian, berupa tindakan kelas dengan cara berkelompok mengumpulkan data. 

Baik dalam hal perencanaan, tindakan, observasi serta refleksi.

"Dengan itu, setelah nantinya mereka menghitung data dan mengakumulasikannya maka para siswa-siswi secara tidak langsung juga belajar ilmu Matematika. Dengan begitu nantinya, mereka merasa bahwa ternyata pelajaran Matematika sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari," jelasnya.

Terkait tentang apa yang menjadi motivasinya mengikuti pemilihan guru favorit 2016, ia menjelaskan bahwa seorang guru hendaknya tak hanya bisa mengajar saja. 

Tapi, juga mampu memberikan motivasi serta inspirasi bagi para siswa-siswinya.

"Seorang guru, juga hendaknya mampu menjadi siapa saja bagi para siswa-siswinya. Menjadi orang tua, sekaligus teman. Bersedia mendengarkan curhat mereka dan celoteh semangat mereka. Bisa bersama para siswa-siswi, bagi saya serasa kembali muda lagi. Saya berharap, ke depannya saya mampu menginspirasi mereka untuk terus berprestasi dan mengambil peluang untuk maju," pungkasnya. (war/sam/jpnn)

Biodata 

Nama: Desy Arnita Dewi, S. Pd. ,M.Sc.

TTL : Amuntai, 01 Desember 1979

Pendidikan: S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Lambung Mangkurat, S2 Matematika UGM Yogyakarta.

Hobi: Membaca dan menulis.

Pesan: Mari budayakan membaca dan menulis. Dengan membaca kita mampu melihat dunia,

                  dengan menulis kita akan turut mewarnai dunia.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kisah si Yatim Ikut Olimpiade Matematika di Jakarta, Berharap Jumpa Ibunya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler