Ibu Dosen Cantik yang Masih Sendiri, Produktif Menulis Buku

Senin, 15 Mei 2017 – 05:31 WIB
Ibu Dosen Cantik yang Masih Sendiri, Produktif Menulis Buku. Namanya Lidia Widia. Foto Facebook

jpnn.com, BANJARMASIN - Cantik dan cerdas. Itulah yang tergambar dari sosok Lidia Widia.

Dia adalah pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Darul Azhar Batulicin, Kalimantan Selatan.

BACA JUGA: Bu Dosen Cantik, Masih Sendiri

Dosen cantik ini baru saja meluncurkan buku barunya berjudul Etika dan Hukum Kesehatan.

Lidia Widia. Foto dok Pribadi

BACA JUGA: Ketegaran Haji Darlan Digugat Anak Rp 33 Miliar

Dalam peluncuran buku tersebut, Ketua Program Studi DIII Kebidanan yang biasa disapa dosen cantik ini menggandeng Ketua DPD Amindo (Asosiasi Mediator Indonesia) Kalsel periode 2015-2018 Dokter Machli Riyadi.

Lidia Widia sendiri memang dikenal sebagai penulis beberapa buku kesehatan, khususnya buku tentang ilmu kebidanan yang telah tersebar di Gramedia seluruh Indonesia.

BACA JUGA: Duh Gusti, Haji Darlan Digugat Anaknya Rp 33 Miliar

“Peluncuran buku terbaru kami lakukan 11 Januari 2017 yang lalu,” kata Lidia seperti yang dilansir Prokal (Jawa Pos Group).

Menurutnya, saat ini semakin meningkatnya jumlah lulusan tenaga kesehatan dari berbagai institusi kesehatan di seluruh Indonesia, baik institusi negeri maupun swasta, sehingga semakin banyak pula persaingan kerja di dunia tenaga kesehatan.

Apalagi, tambah dia diiringi dengan adanya MEA yang imbasnya adalah sudah mulai masuknya tenaga kesehatan dari negara lain ke Indonesia.

“Oleh sebab itu lulusan tenaga kesehatan harusnya dibekali dengan etika dan hukum tenaga kesehatan yang sesuai dengan tupoksinya untuk menurunkan AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) dan mampu bersaing diera MEA serta meminimalisir adanya praktik ilegal tenaga kesehatan juga meningkatkan martabat tenaga kesehatan,” papar Lidia.

Dosen cantik Lidia Widia. Foto Facebook

Dengan adanya peluncuran buku Etika dan Hukum Kesehatan, khususnya kebidanan yang ditulisnya itu, siap untuk membekali dalam bentuk seminar besar dan bedah buku untuk mahasiswa/mahasiswi kesehatan serta tenaga kesehatan dalam etika praktek dan memahami hukum kesehatan sesuai dengan profesinya masing-masing. (kry/ema/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Keluar Masuk Terowongan dan Bertaruh Nyawa demi Intan Trisakti


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler