Ical Disarankan Mundur sebagai Capres

Kamis, 10 April 2014 – 20:05 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit menyarankan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) mundur dari posisinya calon presiden dari partai warisan Orde Baru itu.

Pasalnya, berdasar hasil hitung cepat (quick count) perolehan suara Golkar dalam pemilu legislatif 9 April lalu jauh di bawah target yang ditetapkan yakni antara 22 hingga 27 persen.

BACA JUGA: Akui Quick Count, SBY Dinilai Ciptakan Tradisi Baru Berdemokrasi

"Hitung cepat pileg 9 April, menggambarkan perolehan suara Golkar 14 hingga 15 persen. Jika Ical tetap memaksakan diri, yang paling dirugikan adalah Partai Golkar. Karena itu, untuk kebaikan Golkar, saya menyarankan Aburizal Bakrie mundur dari capres," kata Arbi Sanit, saat dihubungi wartawan, Kamis (10/4).

Menurut Arbi, jika Ical tidak mundur, partai-partai lain tidak mungkin berkoalisi dengan Golkar. “Ical kejepit dari dalam dan luar partai,” tegas Arbi Sanit.

BACA JUGA: Muhaimin Berharap Kader PKB Dilamar jadi Cawapres

Menanggapi sikap Ical yang tetap akan maju, Arbi Sanit menegaskan, hal itu hanya akan berakibat fatal, bukan saja bagi Ical sendiri, tetapi juga bagi Partai Golkar.

"Sikap ini mencerminkan kegagalan dua kali. Pertama gagal dalam mencapai target suara yang dicanangkan sendiri, dan kedua gagal dalam proses pencapresan nanti,” imbuhnya.(fas/jpnn)

BACA JUGA: Caleg Diingatkan Waspada Serangan Pleno

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polri Siap Usut Lima Kasus Politik Uang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler