ICW Didesak Minta Maaf ke Moeldoko, Bakal Dicatat Rakyat

Jumat, 06 Agustus 2021 – 22:48 WIB
Ilustrasi - Ketua Umum HKTI Moeldoko. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota senior Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Joko Wandyatmoko menilai tudingan Indonesia Corruption Watch (ICW) kepada Ketua Umum HKTI Moeldoko terkait obat COVID-19, Ivermectin, sangat tidak berdasar.

Karena itu, pria yang sudah bergabung dalam HKTI sejak era Ketua Umum Siswono Yudohusodo ini meminta ICW menarik tudingannya dan segera meminta maaf secara terbuka.

BACA JUGA: Peneliti LIPI Mengingatkan, KPU Sudah Jaga Kepercayaan Publik Belum ya?

"HKTI yang dipimpin jenderal pecinta pertanian, dipublikasikan ICW berindikasi memanfaatkan situasi pandemi mengeruk keuntungan untuk pribadi dan HKTI. ICW sangat sembrono, harus menarik pernyataannya dan meminta maaf," ujar Joko dalam keterangannya, Jumat (6/8).

Joko juga menyebut lembaga yang mengklaim sebagai antikorupsi itu juga harus berani mengakui kesalahan dan kekhilafan yang dipublikasikan secara luas.

BACA JUGA: Presiden Menelepon Gubernur Sumbar, Prestasi atau Sinyal Kegagalan?

"Bila meminta maaf dan menarik statemen (pernyataan), ICW akan dicatat gentle dan disayangi rakyat. Jadi punya peluang menjadi lembaga yang elegan dan sangat simpati," katanya.


Joko diketahui juga bergabung dalam HKTI saat lembaga itu dipimpin Prabowo Subianto, Oesman Sapta Odang hingga kini Moeldoko.

BACA JUGA: Mesin Mulai Dipanaskan, Nurdin Halid Bersiap Maju Pilgub Sulsel 2024

Dia mengaku jiwa korsanya sebagai anggota HKTI tersentuh ketua umumnya dituding secara tak bertanggung jawab.

"Hati-hati ICW, konsentrasi pada urusan-urusan korupsi yang banyak mangkrak tak tertangani. Jangan terjebak dengan kasus yang tidak jelas serta prematur," katanya.

Joko secara jujur menyatakan kekhawatirannya akan kemungkinan trik dan intrik politik yang memanfaatkan pandemi untuk keuntungan politik tertentu.

"Saya kira Allah dalam hal ini akan memberlakukan azab yang berat pada oknum maupun lembaga yang tergoda melakukan kiat politik saat pandemi sedemikian seram dan mencekam," katanya.

Joko juga menyebut sepengetahuannya HKTI memiliki anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) yang kuat menjaga anggota maupun pimpinan untuk berjalan dalam rel hukum yang berlaku.

"Sejarah mencatat, tidak ada anggota atau pimpinan HKTI yang tidak tombok di setiap kegiatan, boro-boro dapat uang," katanya.

Begitu pun dengan petani di Indonesia yang menurutnya sering menyubsidi negara.

Moral petani Indonesia salah satu yang terbaik dari semua pelaku pembangunan nasional.

"Tetapi jangan buat mereka marah, karena dituduh melakukan sesuatu yang tidak mereka lakukan, karena mereka memang tidak bisa melakukan secara teknis maupun moral. Kepada Bapak Moeldoko, saya berharap jangan goyah untuk terus berkontribusi aktif dalam penanggulangan pandemi Covid-19," pungkas Joko.(gir/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
ICW   Moeldoko   HKTI   Ivermectin   minta maaf  

Terpopuler