ICW Sarankan Jokowi Lebih Turuti KPK Ketimbang Parpol

Rabu, 22 Oktober 2014 – 18:43 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan, mengatakan, jika sampai ada nama berkategori merah versi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tapi masih dipaksakan masuk kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi), maka bisa dipastikan selama 5 tahun kabinet yang terbentuk akan berada dalam posisi bahaya. Sebab, bisa saja sewaktu-waktu menteri berkategori merah dijerat KPK.

Ade mengatakan, memilih figur bermasalah menjadi menteri justru akan menimbulkan beban bagi Jokowi. "Karena sewaktu-waktu menterinya bisa diperiksa oleh penegak hukum seperti KPK maupun ditetapkan sebagai tersangka korupsi," kata Ade, Rabu (22/10).

BACA JUGA: Abraham: Calon Menteri Tanda Merah dan Kuning Bakal Tersangka

Ia menambahkan, kalaupun yang dipilih adalah nama berkategori kuning karena diragukan kapasitasnya tapi tetap dipilih jadi menteri, maka Presiden Jokowi harus ekstrawaspada. Karenanya, kata Ade, sebaiknya Jokowi tidak memupus harapan rakyat yang ingin kabinet bersih, profesional dan bekerja.

Menurut Ade, jangan sampai rakyat justru curiga karena Jokowi memaksakan nama-nama yang berpotensi bermasalah menjadi menteri. "Jokowi  harus ingat pepatah 'nila setitik merusak susu sebelanga'," tegasnya.

BACA JUGA: Warna Merah Tanda tak Lama Lagi Digarap KPK

Dia menyatakan, masih ada waktu dua pekan setelah pelantikan bagi Jokowi-JK untuk mendapatkan figur calon menteri terbaik dan tidak masuk kategori merah atau kuning dari KPK serta  Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. "Memilih figur calon menteri harus mengedepankan aspek leadership, kualitas, kapasitas dan integritas daripada sekadar memenuhi kepentingan segelintir partai politik pendukung Jokowi-JK," pungkas Ade. (boy/jpnn)

BACA JUGA: Siti Nurbaya Dianggap Layak, Saldi Hanya Dimintai Pendapat

BACA ARTIKEL LAINNYA... Respon Usulan KMP-KIH Dibubarkan, Fadli Zon: Dua Kubu tapi Cair


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler