Identitas Kerangka Manusia Terungkap, Ternyata

Jumat, 05 November 2021 – 04:57 WIB
Teka-teki kerangka manusia akhirnya terungkap. Foto: Radar Banten

jpnn.com, SERANG - Polisi mengidentifikasi identitas kerangka manusia di Kampung Ciburuy, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten pada Senin (1/11) lalu.

Kasi Humas Polres Serang Iptu Dedi Djumhaedi mengatakan korban bernama Murtado (34) warga Kampung Pasir Ginting, RT 03, RW 02, Desa Sukajaya, Kecamatan Kroncong, Kabupaten Pandeglang.

BACA JUGA: Tinggal Pilih, PSK Blasteran Timur Tengah Tarifnya Lebih Mahal, yang Lokal Masih Muda

“Identitas korban sudah teridentifikasi, korban merupakan warga Desa Sukajaya, Kecamatan Kroncong, Kabupaten Pandeglang, bernama Murtado dengan usia 34 tahun,” kata Kasi Humas Polres Serang Inspektur Polisi Satu (Iptu) Dedi Djumhaedi dikonfirmasi Radar Banten, Rabu (3/11).

Teridentifikasinya korban tersebut tidak lepas dari keterangan anggota keluarganya yang mendatangi RSUD dr Dradjat Prawiranegara, Kabupaten Serang, Selasa (2/11).

BACA JUGA: Mantan Pacar Mendadak Datang ke Rumah Mbak S, Langsung Memeloroti Celana Dalam

Mereka mengenali pakaian dan bentuk gigi korban. Sebelum ditemukan tewas, korban sebelumnya dilaporkan hilang pada 11 September 2021.

“Keluarganya mengenali dari bentuk gigi dan pakaian yang biasa digunakan korban,” ungkap Dedi.

Dedi mengatakan berdasarkan keterangan keluarganya, korban mempunyai riwayat penyakit kejang dan juga sering pelupa.

“Punya riwayat kejang-kejang, korban ini juga pelupa. Dia pernah hilang karena pelupanya itu (enggak ingat tempat tinggal rumah-red),” ungkap Dedi.

Kabid Humas Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Shinto Silitonga memastikan jasad korban tidak dimutilasi kendati ditemukan dalam kondisi terpisah.

“Hasil pemeriksaan dari dokter forensik RSUD Dradjat Prawiranegara mengatakan mayat tersebut bukan korban mutilasi,” ungkap Shinto.

Hal tersebut dipastikan setelah dokter forensik yang memeriksa kerangka korban tidak menemukan tanda bekas kekerasan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter forensik tidak ditemukannya kerusakan akibat benda apapun terhadap persendian tulang,” ujar alumnus Akpol 1999 ini.

Diakui Shinto, saat ditemukan kondisi mayat memang terlihat patah pada bagian lengan dan kaki. Kondisi itu kata dia disebabkan okeh faktor pembusukan.

“Dikarenakan mayat tersebut berada di ruangan terbuka di mana cepat terjadinya proses pembusukan oleh faktor cuaca panas, hujan dan angin. Berbeda kalau mayat tersebut di dalam ruangan atau dikubur,” tutur Shinto. (fahmi sa’i/radarbanten)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler