Ikhtiar F-PKB MPR Membantu Pengobatan Bayi Sonia, Penderita Gizi Buruk dan Kanker

Jumat, 02 Oktober 2020 – 14:19 WIB
Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz. Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Fraksi PKB MPR RI memberi bantuan kepada Sonia Nurasila, bayi berusia dua tahun yang mengalami gizi buruk dan mengidap kanker pada mata kiri.

Selain pertumbuhannya tidak normal, kanker pada mata kiri Sonia membesar hingga hampir menutupi salah satu matanya.

BACA JUGA: Pesan Penting dari Bamsoet untuk Anggota BEM, Singgung Konsep Nawacita

Sekretaris F-PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz dan jajaran menyambambangi Sonia yang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kencana.

“Hari ini kita bersama-sama memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2020 dengan memberi bantuan pengobatan kepada Sonia yang menderita gizi buruk dan kanker pada mata kirinya," kata Neng Eem.

BACA JUGA: Presiden Donald Trump dan Istri Positif Covid-19

Suasana berlangsung haru lantaran peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, bertepatan dengan hari kelahiran bayi dari pasangan Sopandi dan Siti Aisyah tersebut.

"Hari ulang tahun bayi Sonia ini bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Semoga proses pengobatannya berjalan lancar dan Sonia bisa kembali normal seperti anak-anak lainnya,” lanjut Neng Eem.

BACA JUGA: Presidium KAMI Din Syamsuddin Balas Peringatan dari Istana, Keras

Pertemuan Neng Eem dengan Sonia yang lahir dari keluarga buruh tani berawal di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur.

Ketika itu, Neng Eem sedang melakukan kunjungan kerja di daerah pemilihannya tersebut. Kondisi bayi Sonia saat itu cukup memprihatinkan. Namun karena keterbatasan biaya, dia tidak mendapatkan pengobatan yang seharusnya.

Karena itulah Neng Eem bersama Perempuan Bangsa Kabupaten Cianjur berinisiatif untuk membawa bayi Sonia ke RSCM agar bisa segera ditangani dan diberikan pengobatan.

"Hari ini (kemarin-red) bayi Sonia sudah mengikuti beberapa prosedur kesehatan yang diperlukan seperti pengambilan sampel darah, penyuntikan anestesi, hingga CT-scan," ucap Neng Eem.

Menurutnya, apa yang dialami bayi Sonia perlu menjadi perhatian bersama agar kasus gizi buruk dan kasus-kasus kesehatan lainnya yang mengancam jiwa bayi dan anak-anak Indonesia bisa segera ditangani.

Selain itu, kondisi perekonomian masyarakat berpendapatan rendah yang semakin kesulitan akibat pandemi Covid-19 juga harus segera dicarikan jalan keluarnya.

“Situasi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan telah mengancam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Meski demikian kita jangan patah semangat. Kita harus mampu menggunakan momen Hari Kesaktian Pancasila ini untuk menebarkan semangat kebersamaan,” tuturnya.

Data Badan PBB untuk anak-anak (UNICEF) menyebutkan bahwa sebelum terjadinya pandemi, di Indonesia ada sekitar 2 juta anak yang menderita gizi buruk dan lebih dari 7 juta anak di bawah usia lima tahun yang mengalami stunting.

Lembaga internasional tersebut memperkirakan, pandemi COVID-19 akan berdampak signifikan pada kasus kurang gizi di Indonesia sehingga penanganannya harus mempertimbangkan kondisi tersebut.(jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
MPR RI   FPKB  

Terpopuler