Ikin Sodikin, Kolektor Surat Kabar dan Majalah Tempo Dulu

Jumat, 12 September 2014 – 13:17 WIB
Ikon Sodikin, kolektor suratkabar tempo dulu. Foto: Pasundan Ekspres/JPNN.com

jpnn.com - PERJALANAN bangsa Indonesia yang terekam dalam media cetak tersimpan apik oleh Ikin Sodikin (43) sejak tahun 1950. Deretan lembaran surat kabar, tabloid dan majalah terpampang rapih di rumahnya. Berikut ulasan menariknya.

YUSUP SUPARMAN, Subang

BACA JUGA: Tidak Peduli meski Ditentang Godfather Psikiatri

Tak banyak tahu Ikin Sodikin, kelahiran Cijambe, Subang 4 Januari 1971 ini memiliki hobi yang terbilang unik. Ia senang mengoleksi surat kabar, tabloid dan majalah tempo dulu.Ikin yang bertempat tinggal di Jalan Raya Tanjungwangi No 04 RT 04/RW 02 Kecamatan Cijambe ini sudah terbiasa mengoleksi surat kabar jadul sejak dirinya duduk di bangku kelas III SD atau ketika berusia sembilan tahun.

"Orang yang pertama kali memberikan saya surat kabar yaitu kakek saya. Ketika itu saya masih duduk di kelas III SD. Kebetulan kakek dulu senang baca, jadi saya pun ikut senang baca juga. Berawal dari situlah saya senang membaca surat kabar atau tabloid dan yang akhirnya saya simpan surat kabar itu dan dikumpulkan," cerita Ikin kepada Pasundan Ekspres (JPNN Grup).

BACA JUGA: Temukan Virus HIV Baru hingga Monyet Hybrid Sulawesi

Sang kolektor tersebut memiliki kurang lebih 500 surat kabar nasional maupun lokal dari berbagai daerah sejak tahun 1950 sampai sekarang. Bahkan surat kabar dari luar negeri tempo dulu pun menjadi koleksi ayah tiga anak ini.

Bacaan tertua yang dimiliki Ikin yaitu tabloid Wereld Niewws yang berbahasa Belanda. Tabloid tersebut terbit di Jakarta pada tahun 1950. Nampaknya inilah tabloid tertua yang dimiliki olehnya.

BACA JUGA: Sosialisasi Kanker di Jagat Maya, Bikin Forum Anak

Sementara itu surat kabar lawas lainnya yaitu terbitan tahun 1957, yaitu surat kabar Indonesia Raya. Diterbitkan di Jakarta ketika tahun 1957 silam.

"Untuk harganya sendiri yang paling rendah itu Rp100. Jadi saya memiliki koleksi surat kabar itu dari harga Rp100 sampai dengan yang sekarang itu rata-rata Rp3.000 per eksemplar," ungkapnya.

Dari sekian banyak surat kabar yang dikoleksinya, ada yang masih terbit dan tidak. Salah satu yang masih terbit dan dikoleksi olehnya sampai saat ini ialah surat kabar Jawa Pos Grup. Beragam surat kabar lokal yang dimiliki Jawa Pos Grup terpajang rapi di rumahnya. Termasuk Harian Umum Pasundan Ekspres.

Pasundan Ekspres yang terbit sejak tahun 2008 ini merupakan satu dari sekian banyak surat kabar yang dikoleksinya. “Sejak awal-awal Pasundan Ekspres terbit tahun 2008 di saya juga ada koleksinya,” ungkapnya.

Sebagai surat kabar lokal, Ikin sangat tahu betul jika Pasundan Ekspres ini merupakan surat kabar yang terus mengalami kemajuan dari tahun ke tahunnya. Pemberitaannya pun menurutnya sangat dinanti-nanti oleh pembaca setianya.

Menurut Ikin, dengan mengoleksi surat kabar dari tempo dulu sampai saat ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Dirinya secara pribadi mengetahui perkembangan negara Indonesia ini baik itu di bidang politik, pendidikan, sosial, budaya, teknologi, olahraga dan lainnya.

"Dengan mengoleksi surat kabar itu ada kepuasan tersendiri bagi saya. Karena saya orangnya senang baca, jadi saya senang mengumpulkan bacaan itu. Manfaatnya sendiri bagi saya dengan mengoleksi surat kabar itu saya menjadi tahu berbagai informasi yang sedang terjadi, khususnya berita lokal,"  jelasnya.

Hal lain yang membuat istimewa baginya yaitu ketika dirinya didatangi oleh orang yang hendak mencari informasi dari surat kabar yang dimilikinya. Dia merasa apa yang dilakukannya selama ini yaitu mengoleksi surat kabar menjadi bermanfaat bagi orang lain.

"Ketika dahulu kan untuk mencari surat kabar itu agak sulit. Jadi orang lain yang membutuhkan informasi misalnya mengenai sepak bola, itu biasanya suka datang ke saya. Biasanya teman saya menanyakan jadwal pertandingan bola,"  pungkasnya. (*/man)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bikin 4.000 Masjid agar Muslim Indonesia Serasa di Rumah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler