500 Sukarelawan Mengikuti Latihan Militer, Disiapkan Sebagai Komponen Cadangan

Senin, 21 Juni 2021 – 19:56 WIB
Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad membuka Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan Tahun 2021, di Lapangan Apel Dodik Bela Negara Rindam XII/Tpr, di Singkawang, Kalbar. ANTARA/HO-Pendam XII/Tpr

jpnn.com, SINGKAWANG - Sukarelawan dari masyarakat sipil mengikuti latihan dasar militer yang digelar di Lapangan Apel Dodik Bela Negara Rindam XII/Tpr, di Singkawang, Kalimantan Barat.

Jumlahnya lumayan banyak, setidaknya ada 500 orang yang akan mengikuti latihan dasar militer (Latsarmil) Komponen Cadangan Tahun 2021.

BACA JUGA: Muncul Wacana Gus Muhaimin-Anies Untuk Pilpres 2024, Begini Kelebihannya

Latsarmil dibuka oleh Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

"Latsarmil Komponen Cadangan Matra Darat ini akan diikuti sebanyak 500 sukarelawan yang berasal dari wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang telah dinyatakan lulus dalam seleksi," ujar Muhammad Nur Rahmad, di Singkawang, Senin (21/6).

BACA JUGA: Ayo Dukung Bu Mega Polulerkan Salam Pancasila, Begini Caranya

Pangdam mengatakan, sistem pertahanan negara Indonesia adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta.

Artinya, melibatkan seluruh warga negara, wilayah dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah.

BACA JUGA: Muncul Dukungan Gus Muhaimin Maju Pilpres 2024, Siapa Mereka?

"Ini sejalan dengan isi Undang-Undang Nomor 23/2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) untuk Pertahanan Negara," ujarnya.

Dia menjelaskan, di dalam undang-undang tersebut ditegaskan bahwa perlu dibentuk dan disiapkan sejak dini komponen cadangan untuk memperkuat komponen utama.

Dalam prosesnya harus didasarkan pada kebutuhan kekuatan dan kemampuan kekuatan pertahanan negara Indonesia dengan memadukan antara kekuatan pertahanan militer dan nonmiliter.

"Saudara sekalian, yang saat ini berdiri di hadapan saya, tidak mengenal dari mana saudara datang, apa latar pekerjaan dan pendidikan. Namun, saudara sekalian dengan rela, ikhlas dan tulus menjadi bagian dari komponen cadangan," ujarnya.

Dia menambahkan, seleksi komponen cadangan tentu tidak mudah. Latsarmil merupakan rangkaian menuju kesiapan menjadi seorang anggota komponen cadangan.

Latsarmil tersebut akan dilaksanakan selama tiga bulan dimulai dari 21 Juni 2021 sampai dengan 21 September 2021.

Setelah lulus, anggota komponen cadangan nantinya akan dikembalikan ke statusnya atau profesi masing-masing.

"Namun, sewaktu-waktu bila negara dalam keadaan darurat atau perang, anggota komponen cadangan dapat dipanggil atau dimobilisasikan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku," kata Pangdam.

Pangdam menekankan kepada peserta latsarmil dan panitia penyelenggara, di antaranya agar melaksanakan latsarmil dengan baik dan benar sesuai kurikulum yang telah dibuat.

Tentunya tetap memperhatikan dan mengutamakan faktor keselamatan, kesehatan baik personel dan materiil.

Kemudian, menjaga nama baik satuan TNI AD, Kodam dan Rindam XII/Tpr sebagai penyelenggara latsarmil.

"Hindari tindakan arogan pelatih dan beri hukuman yang mendidik serta dapat menjadi contoh dalam sikap dan penampilan."

"Bekali calon anggota komponen cadangan untuk mahir menembak tingkat pertama dan mengetahui peraturan militer dasar," pungkas Pangdam.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler